Breaking News:

Pelajar Indonesia Den Haag

Pelajar Indonesia dan Belanda Den Haag Usul Proyek Kampung Iklim Malino, Dibangun Melalui Minecraft

Proyek Kampung Iklim dikerjakan bersama-sama oleh 14 pelajar ekolah Indonesia Den Haag atau SIDH SIDH dan 50 pelajar Herenweg School umur 10-14 tahun

Editor: AS Kambie
Courtesy: Muh Asri Sallatu/Dosen Fisipol Unhas yang Studi S3 di Den Haag
Pelajar Sekolah Indonesia Den Haag atau SIDH 

Oleh: Muh Asri Sallatu
Dosen Fisipol Unhas
Melaporkan dari Den Haag

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pada 23 November 2021, pelajar Sekolah Indonesia Den Haag atau SIDH dan Herenweg School Wassenaar Belanda menyerahkan usulan Proyek Kampung Iklim kepada Duta Besar (Dubes) RI Den Haag, Mayerfas, dan Climate Envoy Belanda, YM Prince Jaime de Bourbon de Parme, di KBRI Den Haag, Selasa, 23 November 2021.

Hebatnya lagi, proyek Kampung Iklim tersebut dibangun di aplikasi permainan komputer Minecraft.

Proyek Kampung Iklim dikerjakan bersama-sama oleh 14 pelajar ekolah Indonesia Den Haag atau SIDH SIDH dan 50 pelajar Herenweg School umur 10-14 tahun dari 16 September hingga 1 November 2021.

Proyek Kampung Iklim tersebut dikerjakan atas dukungan penuh KBRI Den Haag dan Indonesia Nederland Society.

Di dalam permainan Minecraft, para pelajar membangun program adaptasi dan mitigasi iklim berdasarkan kondisi di Malino yang diidentifikasi melalui wawancara dengan para penduduk.

Seorang Pelajar Sekolah Indonesia Den Haag atau SIDH menyerahkan piagam kepada Kepala Sekolah Indonesia di Den Haag, November 2021.
Seorang Pelajar Sekolah Indonesia Den Haag atau SIDH menyerahkan piagam kepada Kepala Sekolah Indonesia di Den Haag, November 2021. (Courtesy: Asri Sallatu/Dosen Fisipol Unhas yang Studi S3 di Den Haag)

Penyerahan usulan Proyek Kampung Iklim untuk Malino dilakukan dalam acara Peluncuran dan Webinar yang dihadiri oleh sekitar 80 orang, termasuk Pemerintah Kabupaten Gowa dan penduduk Malino secara online.

Saat menerima usulan proyek tersebut, Dubes Mayerfas menyatakan proyek Kampung Iklim dapat diimplementasikan secara nyata.

“Proyek Kampung Iklim ini akan menjadi kontribusi yang baik untuk Pemerintah dan masyarakat Indonesia, terutama di Malino," tegas Dubes Mayerfas.

"Program Kampung Iklim sudah dijalankan Pemerintah Indonesia sejak 2016 dan telah dibangun di lebih dari 2 ribu lokasi. Proyek ini jika diterapkan di Malino akan membantu pemenuhan target 20 ribu Kampung Iklim di tahun 2024,” jelas Dubes Mayerfas menambahkan.

Usulan Proyek Kampung Iklim tersebut juga disambut baik oleh Climate Envoy Belanda.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved