Breaking News:

Tribun Luwu Timur

Petani Curhat ke Anggota DPRD Luwu Timur, Harga Gabah hanya Rp 3.700 / Kg

Petani di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel) mengeluh anjloknya harga gabah.

Penulis: Ivan Ismar | Editor: Sudirman
TRIBUN-TIMUR.COM/IVAN ISMAR
Wakil Ketua Bidang Komunikasi Politik dan Media DPC Hanura Luwu Timur, Alpian 

TRIBUNLUTIM.COM, MALILI - Petani di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel) mengeluh anjloknya harga gabah.

Harga gabah tidak sebanding dengan biaya produksi yang harus dikeluarkan petani seperti biaya pupuk dan racun hama.

Curhat petani diterima anggota DPRD Luwu Timur, Alpian.

Ia mengatakan kasihan petani yang harga gabahnya sangat anjlok.

Alpian meminta agar Dinas Pertanian Luwu Timur mencari upaya atau solusi agar harga gabah tak seperti sekarang.

"Ini petani curhat minta bantuan, kasihan. Pemerintah diminta mencarikan solusi, jika dimungkinkan pemerintah mengumpulkan gabah petani untuk dijual agar harganya tidak anjlok sekali," kata Alpian, kepada TribunLutim.com, Rabu (17/11/2021).

Kondisi petani ini kata Alpian akan disampaikan ke Fraksi Hanura untuk dibahas di komisi II DPRD Luwu Timur yang membidangi hal ini.

"Saya kira kondisi ini tidak boleh dibiarkan, yang kasihan petani kalau terus-terusan begini. Harus segera dicarikan solusinya," kata dia.

Ia mengatakan umummya, gabah petani di Luwu Timur dibeli pengepul dari luar Kabupaten Luwu Timur seperti Sidrap.

"Gabah kita ini yang diolah disana lalu dijual kembali di Luwu Timur. Sebenarnya beras kita yang kembali dibeli," ujar legislator Hanura.

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved