Breaking News:

FTI UMI

Dekan FTI UMI Zakir Sabara Dinobatkan sebagai Pelopor PPI, Rektor UGM Tokoh Pendidikan Teknik Kimia

Dekan Fakultas Teknologi Industri pada Universitas Muslim Indonesia ( FTI UMI ), Dr Ir Zakir Sabara H Wata ST MT IPM ASEAN Eng dianugerahi penghargaan

Editor: Edi Sumardi
YOUTUBE.COM/SALAM GANESHA
Dekan FTI UMI, Dr Ir Zakir Sabara H Wata ST MT IPM ASEAN Eng saat menerima penghargaan sebagai Pelopor Program Profesi Insinyur di Indonesia, pada puncak acara Konvensi Nasional BKKPII di Plaza Pupuk Kaltim, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Sabtu (13/11/2021). 

TRIBUN-TIMUR.COM - Dekan Fakultas Teknologi Industri pada Universitas Muslim Indonesia ( FTI UMI ), Dr Ir Zakir Sabara H Wata ST MT IPM ASEAN Eng dianugerahi penghargaan sebagai Pelopor Program Profesi Insinyur atau PPI di Indonesia.

Penghargaan itu diberikan Badan Kejuruan Kimia Persatuan Insinyur Indonesia ( BKKPII ), organisasi profesi yang menaungi insinyur kimia di Indonesia.

Piagam penghargaan disertai pin emas diserahkan pada puncak acara Konvensi Nasional BKKPII di Plaza Pupuk Kaltim, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Sabtu (13/11/2021).

Ada lima penerima penghargaan dan dua di antaranya adalah Zakir Sabara H Wata dengan Rektor Universitas Gadjah Mada ( UGM ), Prof Ir Panut Mulyono M Eng DEng IPU ASEAN Eng.

Zakir Sabara H Wata, pria kelahiran Ujung Lamuru, Bone, 24 Mei 1975, dianugerahi penghargaan karena telah memelopori dibukanya Program Profesi Insinyur (PPI) di perguruan tinggi di Indonesia.

Sementara, Panut Mulyono dianugerahi penghargaan sebagai Tokoh Pendidikan Teknik Kimia Indonesia.

"Penghargaan ini bukan untuk saya pribadi, tapi saya persembahkan untuk teman-teman engineer. Khususnya yang tanpa lelah selalu berkolaborasi, terutama yang ada di Indonesia Timur," kata Zakir Sabara H Wata di panggung acara,

Pengurus BKKPII sekaligus Guru Besar Fakultas Teknik pada Universitas Muhammadiyah Jakarta, Prof Dr Ir Tri Yuni Hendrawati MSi IPM ASEAN Eng sekaligus penilai nominasi mengatakan, ada tujuh kriteria dalam menentukan penerima penghargaan.

"Pertama, hasil karya yang dipublikasikan. Kedua, integritas ketokohan dan pioneer. Ketiga, reputasi nasional. Keempat, reputasi internasional. Kelima, jabatan amanah yang diampuh. Keenam, kontribusi terhadap BKKPII. Ketujuh, karya publikasi inovasi teknologi yang dihasilkan melalui media jurnal dan berita keinsinyuran," kata Tri Yuni menyebutkan.

Sebelumnya, Pengurus Pusat Persatuan Insinyur Indonesia ( PII ) juga menganugerahkan penghargaan kepada Zakir Sabara H Wata.

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved