Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Makassar

Inovasi Program KOMPAK di Pangkep, Mampu Tekan Angka Putus Sekolah Bagi Anak Nelayan

Program Kolaborasi Masyarakat Pelayanan untuk kesejahteraan (KOMPAK) ikut mengentaskan kemiskinan di Sulawesi Selatan (Sulsel).

Tayang:
Penulis: Sukmawati Ibrahim | Editor: Sudirman
TRIBUN-TIMUR.COM/SUKMA
Tim Leader Kompak, Anna Winoto saat ditemui pada Forum Inspirasi Sulawesi Selatan, Phinisi 2, Claro Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (11/11/2021) 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Program Kolaborasi Masyarakat Pelayanan untuk kesejahteraan (KOMPAK) ikut mengentaskan kemiskinan di Sulawesi Selatan (Sulsel).

KOMPAK hadir di dua Kabupaten yakni Bantaeng dan Pangkep sejak tahun 2015.

Berbagai capaian inovasi telah diraih atas kolaborasi ini.

Inovasi tersebut berfokus pada peningkatan kualitas layanan dasar dan penyediaan forum.

Termasuk sarana mengumpulkan aspirasi masyarakat bagi pembangunan desa lebih responsif dan inklusif.

"Inovasi yang telah teruji ialah layanan pendidikan kelas perahu membantu pemerintah Kabupaten Pangkep mengurangi jumlah anak nelayan putus sekolah," kata Tim Leader Kompak Anna Winoto saat ditemui pada Forum Inspirasi Sulawesi Selatan, Phinisi 2, Claro Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (11/11/2021).

Adapun jumlah anak putus sekolah di Pangkep dari 2,25 persen tahun ajaran 2016-2017 menjadi di bawah 1 persen di tahun 2020.

Hal lainnya, inovasi Perahu Sehat Pulau Bahagia (PSPB) mempermudah akses masyarakat pulau di Pangkep mendapatkan pelayanan kesehatan dasar berkualitas.

Sedangkan, Kabupaten Bantaeng, inovasi Layanan Adminduk Berbasis Kewenangan Desa (LABKD ).

"KOMPAK membantu masyarakat desa, kelurahan khususnya kelompok lansia, penyandang disabilitas dan masyarakat tinggal di wilayah terpencil memiliki dokumen kependudukan dan mendukung visi Adminduk Baik, Bantaeng Baik," jelasnya.

Selain itu, inovasi Posko Aspirasi telah membantu penguatan kapasitas Badan Permusyawaratan Desa (BPD) menjalankan peran dan fungsinya mendorong akuntabilitas sosial di desa.

Seluruh inovasi ini kolaborasi Pemprov Sulsel.

"Kolaborasi ini mendukung upaya penanggulangan kemiskinan melalui perbaikan akses dan kualitas layanan
dasar, peningkatan kesempatan kerja masyarakat miskin dan rentan di tujuh provinsi termasuk Sulsel," jelasnya.

Menurut dia, mimpi KOMPAK ialah pengurangan kemiskinan melalui berbagai layanan serta perbaikan tata kelola di tingkat desa.

Konsul Jenderal Australia di Makassar, Bronwyn Robbins berharap program KOMPAK dapat meningkatkan taraf kehidupan masyarakat rentan dan terpencil.

Plt Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman mengapresiasi dan memberikan penghargaan inovasi kepada Kabupaten Bantaeng dan Pangkep

Menurutnya, kedua Kabupaten berhasil melahirkan dan melaksanakan inovasi  berdampak pada peningkatan kualitas layanan dasar dan model pengumpulan aspirasi masyarakat.

"Tantangan pembangunan di Sulawesi Selatan adalah memastikan masyarakat miskin dan rentan memiliki akses kepada layanan dasar khususnya pendidikan, kesehatan dan layanan administrasi kependudukan,” kata Plt Gubernur Sulawesi Selatan melalui video.

Ia memastikan keterlibatan masyarakat miskin dan rentan seperti perempuan, penyandang disabilitas, anak dan kelompok marginal lainnya terlibat dalam proses perencanaan dan penganggaran.

"Dengan demikian, pembangunan daerah bisa semakin responsif, inklusif, akuntabel dan transparan serta menjawab kebutuhan masyarakat ," tukasnya.

Pameran virtual Forum Inspirasi Sulawesi Selatan dapat diakses di https://inspirasisulsel.kompak.or.id hingga tanggal 18 November 2021. (*)

 Laporan Wartawan Tribun Timur @umhaconcit

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved