Breaking News:

Tribun Palopo

BBM Langka, Orangtua Murid Curhat Tak Bisa Antar Anaknya ke Sekolah

Dampak kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kecamatan Malili, Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel) kini dirasakan orang tua.

Penulis: Ivan Ismar | Editor: Sudirman
TRIBUN-TIMUR.COM/IVAN
antrean kendaraan memadati SPBU Wotu, warga antre untuk membeli BBM yang saat ini langka, Rabu (10/11/2021) 

TRIBUNLUTIM.COM, MALILI - Dampak kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kecamatan Malili, Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel) kini dirasakan orang tua.

Mereka mengeluh karena anaknya tidak bisa ke sekolah.

Motor yang digunakan setiap hari untuk mengantar anak ke sekolah tidak bisa jalan karena kehabisan BBM.

"Saya tidak antar tadi anak ku ke sekolah, tidak ada bensinnya motor," ujar warga Perumahan Bumi Malili Permai Ussu, Wati kepada TribunLutim.com, Rabu (10/11/2021).

Orangtua murid kesulitan membeli BBM baik di SPBU maupun pengecer.

Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) di Luwu Timur mengharuskan orangtua atau keluarga dekat yang mengantar murid, siswa ke sekolah.

Imbas dari kelangkaan BBM ini, murid terpaksa ketinggalan mata pelajaran di sekolah.

Kelangkaan BBM di Luwu Timur disebabkan Jembatan Miring (Jemmir) di Poros Trans Sulawesi di Kota Palopo Sulawesi Selatan, ditutup.

Pasokan BBM yang dibawa mobil tangki Pertamina ke Luwu Timur terhambat karena terjebak macet di jalur alternatif.

Jemmir lokasinya di Kelurahan Jaya, Kecamatan Telluwanua itu, ditutup akibat retak di beberapa bagian, tiang penahan jembatan rawan ambruk.

Kondisi jembatan ditutup disebabkan hantaman air sungai dengan volume besar pada Sabtu (30/10/21) malam.

Dampak dari kelangkaan ini, warga yang ingin membeli BBM pun sulit baik di pengecer dan SPBU.

Kendaraan yang dari arah selatan (Palopo) menuju utara (Masamba) dialihkan lewat jalur Padang Alipan - Tombang-Karetan (Luwu).

Sedangkan dari arah (Masamba) menuju Selatan, dialihkan lewat jalur Rante Damai-Capkar- Salutete tembus Puskesmas Maroangin. 

Namun kondisi jalan yang sempit, membuat kendaraan besar harus berjuang ekstra dan memakan waktu lebih lama.

Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved