Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Makassar

Tak Ada Pemain Asal Sulsel Dipanggil TC Timnas U-18 Persiapan Piala Dunia 2023

Pelatih Tim Nasional (Timnas) U-18 Shin Tae-yong memanggil 36 nama mengikuti Training Camp (TC) Timnas U-18 tahap empat di Jakarta.

Tayang:
Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Sudirman
ist
36 nama pemain U-18 yang dipanggil TC Timnas Indonesia U-18 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pelatih Tim Nasional (Timnas) U-18 Shin Tae-yong memanggil 36 nama mengikuti Training Camp (TC) Timnas U-18 tahap empat di Jakarta.

Training Camp akan diadakan selama dua hari mulai 9 sampai 9 November 2021.

TC ini sebagai persiapan Timnas Indonesia mengikuti Piala Dunia U-20 pada tahun 2023 mendatang.

Dari 36 nama dipanggil, tak ada pemain dari perwakilan Asprov PSSI Sulsel.

Padahal Asprov lainnya menempatkan sejumlah pemain ke TC.

Diantaranya Asprov NTT, Jabar, Maluku, Sulbar, Lampung, Malut, Kalteng, Sultra, Sumbar dan Jateng.

Sekretaris Asprov Sulsel, Ahmadi Djafri mengatakan, ada satu nama yang sempat mengikuti seleksi.

Tetapi, ia kalah bersaing dan tak dipanggil dalam 36 nama tersebut.

Menurutnya, infrastruktur olahraga Sulsel harus diperbaiki.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman telah berencana membangun kembali Stadion Mattoanging.

Djafri mengaku sempat berbicara dengan Wali Kota Makassar, Danny Pomanto.

Pak Danny, kata dia, punya rencana membenahi lapangan karebosi menggunakan rumput sintetis.

“Plt Gubernur Sulsel sudah ingin  membangun Mattoangin, Wali Kota Makassar akan memasang rumput sintetis di lapangan karebosi,” katanya melalui sambungan telepon, Selasa (9/11/2021).

Menpora Zainuddin Amali, tambah Djafri, telah menyampaikan akan membantu pelaksanaan olahraga dan melibatkan pihak ketiga, sponsor.

“Besar harapan kita tahun depan, ada peningkatan infrastruktur,” ucapya.

Ia mengaku sejumlah terobosan telah dilakukan Asprov Sulsel dalam perbaikan sepak bola.

Sejak tahun lalu, mereka  berupaya meningkatkan sumber daya manusia.

Caranya dengan kursus dalam peningkatan mutu sepak bola.

“Sumber daya kita tingkatkan terus dengan kursus,” sebutnya.

Kini, pihaknya juga mengarahkan klub sepak bola di Sulsel harus memiliki akta hukum.

“Setiap klub di Sulsel harus punya  akta hukum. Tidak ada lagi klub liar, tidak ada klub yang tidak mengantongi izin dari pemerintah," ujarnya.

Tanpa akta hukum, bisa saja klub tak mendapat bantuan dari program pemerintah 2022.

“Ini tidak mudah, tapi secara perlahan kita perbaiki. Kami minta dukungan kepada semua pihak memberikan saran,” pungkasnya.

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved