Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini Tribun Timur

Anak Muda Lawan Krisis Iklim

28 Oktober yang baru saja dilewati dijadikan sebagai momen anak muda dalam berkarya, menyuarakan berbagai isu.

Editor: Sudirman
DOK
Muhammad Riszky, Mahasiswa Psikologi Universitas Negeri Makassar 

Indonesia pun tidak terlepas dari krisis iklim. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam publikasinya tahun 2016 menunjukkan dampak krisis iklim akan menyebabkan kenaikan suhu berkisar 0,5 hingga 3,92 derajat Celcius pada tahun 2100.

Kemudian terjadi kenaikan muka air laut yang mencapai 175 cm tahun 2100.

Dampak dari semua itu menyebabkan penurunan ketersediaan air, hilangnya keanekaragaman hayati serta perubahan produktivitas tanaman.

Sebagai contoh hasil riset dari Widayat, Anhar dan Baihaqi tahun 2015 mengungkap terjadinya penurunan produksi kopi akibat suhu yang diakibatkan banyaknya serangan hama.

Aktivitas yang tidak memperhatikan aspek lingkungan yang komprehensif bukan hanya turut memperparah krisis iklim, melainkan berimbas kepada masyarakat.

Aktivitas tersebut terjadi mulai dari dataran tinggi, hutan, karst, perkotaan hingga pesisir dan pulau-pulau
kecil.

Catatan Akhir Tahun (Catahu) WALHI Sulsel tahun 2020 mengungkap korban terhadap perampasan ruang dan pengrusakan lingkungan mencapai 8,85 juta penduduk.

Jika dimaterilkan, perampasan ruang, pengrusakan lingkungan dan bencana ekologis yang terjadi di Sulawesi Selatan sepanjang tahun 2020 menyentuh angka 8,24 triliun rupiah.

Tentu kondisi tersebut menunjukkan bahwa Sulawesi Selatan tidak terlepas dari aktivitas yang turut memperburuk krisis iklim.

Hal ini menjadi peringatan agar kita semua dapat berperan untuk memperbaiki kondisi lingkungan.

Anak Muda Sulsel

Kekuatan anak muda dalam berbagai lini telah memberikan dampak yang signifikan terhadap perubahan, baik di tingkat global, nasional hingga lokal.

Sejarah mencatat peristiwa penting yang melibatkan anak muda baik dari pra kemerdekaan hingga sekarang
ini.

Mengapa hal tersebut terjadi? Karena anak muda memiliki potensi, daya yang besar untuk melakukan suatu hal. Di masa sekarang, kontribusinya masih terus berlangsung.

Bukan tanpa sebab, lantaran anak muda dibekali dengan modal akses teknologi, daya kreativitas hingga semangat dalam berkolaborasi.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved