Breaking News:

Opini Tribun Timur

Anak Muda Lawan Krisis Iklim

28 Oktober yang baru saja dilewati dijadikan sebagai momen anak muda dalam berkarya, menyuarakan berbagai isu.

Editor: Sudirman
DOK
Muhammad Riszky, Mahasiswa Psikologi Universitas Negeri Makassar 

Muhammad Riszky

28 Oktober yang baru saja dilewati dijadikan sebagai momen anak muda dalam berkarya, menyuarakan berbagai isu.

Tentu saja lantaran hari tersebut sebagai Hari Sumpah Pemuda, yang telah dirayakan sejak 1928 saat beberapa anak muda berkumpul untuk menyatakan satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa yakni Indonesia.

Ada banyak isu yang disuarakan, mulai dari isu ekonomi, pendidikan, sosial, budaya, hingga lingkungan.

Beragam cara yang ditempuh agar pesannya dapat disampaikan. Namun kali ini, penulis akan fokus terhadap isu anak muda dan krisis iklim.

Krisis iklim terus menjadi perbincangan yang tiada hentinya. Isunya menjadi terus mencuat lantaran kondisinya yang semakin mengkhawatirkan.

Nah, anak muda pun tidak terlepas dari isu krisis iklim. Sebagai informasi, di Makassar setidaknya terdapat dua kegiatan anak muda terkait dengan krisis iklim dengan melibatkan banyak organisasi di Sulawesi Selatan.

Penanaman mangrove di Lantebung oleh sekitar 30an organisasi/komunitas.

Satunya yakni seminar dan pentas seni tentang krisis iklim yang dilakukan secara kolaborasi 14 organisasi/komunitas.

Hal tersebut mengindikasikan bahwa anak muda Sulawesi Selatan menjadikan isu krisis iklim sebagai bagian yang harus disuarakan.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved