Demokrat Sulsel

Musda Demokrat Sulsel, Kader Muda: Harus Wariskan Legacy Politik

Keduanya yaitu Ketua DPD Demookrat Sulsel Ni'matullah Rahim Bone dan mantan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin.

Penulis: Ari Maryadi | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM/ARI MARYADI
Kolase foto mantan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin dan Ketua DPD Partai Demokrat Sulsel Ni'matullah Rahim Bone. (Foto Ari Maryadi Tribun Timur) 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Partai Demokrat Sulawesi Selatan dalam waktu dekat akan menggelar muswayarah daerah.

Salah satu agendanya adalah memilih ketua untuk masa jabatan lima tahun ke depan.

Musda Demokrat Sulsel sejauh ini masih menunggu jadwal dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP).

Dua nama bersaing memimpin partai segitiga mercy.

Keduanya yaitu Ketua DPD Demookrat Sulsel Ni'matullah Rahim Bone dan mantan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin.

Kader muda Demokrat, Imran Asgar, mengatakan, partai segitiga mercy harus meninggalkan legacy yang baik kepada generasi pelanjut di setiap monentum yang dilalui.

Imran mengatakan, menjelang Musda Partai demokrat yang ke-5 ini akan menarik perhatian banyak pihak mulai dari politisi hingga pemuda.

"Karena itu kita sebagai kader partai demokrat bertanggung jawab untuk mengedepankan budaya politik yang dapat menjadi contoh bagi masyarakat dan pemuda sebagai generasi pelanjut," katanya.

Imran mengatakan, peran budaya politik santun, bersih, dan beretika adalah jalan memperkokoh sebuah organisasi.

Baik organisasi kemasyarakatan maupun organisasi politik.

Untuk menuju kesitu Demokrat butuh tiga hal.

Pertama, etika politik, etika politik mengandung misi kepada setiap politisi untuk bersikap jujur, amanah, sportif, siap melayani.

Kemudian berjiwa besar, memiliki keteladanan, rendah hati dan siap mundur dari jabatan publik apabila terbukti melakukan kesalahan dan secara moral kebijakannya bertentangan dengan hukum yang berlaku.

Kedua kesadaran, politik yang kita perjuangkan bukan hanya semata politik kekuasaan, yang sama sekali tidak mempertimbangkan banyak hal termasuk perpecahan di tubuh organisasi demi sebuah posisi.

"Tapi lebih kepada pengabdian ke organisasi yang berdampak kesejahtraan masyarakat luas," ujarnya.

Ketiga, budaya politik santun, bersih dan beretika ini sangat dibutuhkan bagi para calon pemimpin organisasi kepemudaan, pemerintahan.

Termasuk juga calon pemimpin Partai Demokrat Sulsel kedepan agar menjauhi sikap dan perbuatan yang dapat merugikan bangsa dan organisasi seperti misalkan menghianati rakyat dengan tidak amanah pada jabatannya (korupsi)

"Kita harus terus menggali budaya kita yang mengajarkan kita tentang budi pekerti dan menjadikannya sebagai pondasi civil education agar tercipta generasi yang paham budaya dan etika politik," katanya.

Laporan Kontributor TribunMakassar.com @bungari95

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved