Siapa Mardigu Wowiek? Disebut Rocky Gerung Elektabilitasnya Lampaui Airlangga Hartarto Ketum Golkar
Rocky Gerung membandingkan Airlangga Hartarto dengan Mardigu Wowiek yang disebutnya dari kalangan orang biasa tapi elektabilitasnya bisa melebihi
TRIBUN-TIMUR.COM - Pengamat politik Rocky Gerung mengomentari elektabilitas Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto yang masih ada di kisaran nol koma.
Dalam video terbarunya yang diunggah di Youtube, Senin (25/10/2021), Rocky Gerung menyebut modal nol koma tidak cukup bagi Airlangga untuk bertarung di Pilpres 2024.
Apalagi, menurut Rocky, angkat itu sangat tidak sepadan dengan status Airlangga sebgai ketum partai sekelas Golkar.
Terlebih, angka itu disebut sudah merangkak naik akibat dorongan baliho.
"Harusnya, start-nya 7-8 persen, kan dia adalah tokoh Golkar, menteri lagi," kata Rocky.
Rocky kemudian membandingkan salah satu influencer, Mardigu Wowiek yang disebutnya dari kalangan orang biasa tapi elektabilitasnya bisa melebihi Airlangga.
"Mardigu mungkin lebih dari itu tuh start-nya," kata Rocky.
Saksikan videonya mulai menit ke-10
"Om rocky ini punya lidah api, ntar kejadian bener bossman maju dan jadi khan repot," tulis Mardigu Wowiek di instagramnya menanggapi video tersebut.
Lalu siapa Mardigu Wowiek?
Belakangan ini nama Mardigu Wowiek atau Bossman Mardigu memang kerap muncul dalam pemberitaan.
Terlebih setelah tampil di podcast Deddy Corbuzier 2020 lalu.

Namanya mulai melambung sejak masa pandemi ini.
Video-video narasinya tentang cara cerdas bernegara banyak ditonton kalangan muda.
Pengusaha
Nama Mardigu mulai mencuat sebagai pengusaha saat Mardigu menciptakan cyronium, salah satu pilihan investasi berbasis cryptocurrency.
Dia membuatnya bersama perusahaannya yang bernama PT Santara Daya Inspiratama.
Cryptocurrency adalah mata uang digital. Perkembangannya cukup pesat sejak 2015.
"Dunia sejenis cryptocurrency ini adalah bisnis masa depan. Dunia other income anak millenial," ujarnya dikutip dari Kompas.com, Selasa (22/5/2018).
Menurut Mardigu, cyronium merupakan mata uang digital yang memiliki aset jaminan berupa koin dalam bentuk fisik. Dia menggunakan teknologi blockchain untuk mendukung adanya transparansi dalam investasi.
Mardigu mengklaim cyronium lebih stabil dan harganya tidak akan turun dratis seperti cryptocurrency lainnya.
Bahkan dalam dunia usaha, Mardigu disebut-sebut sebagai mentor bisnis Sandiaga Uno.
Pengamat terorisme
Jauh sebelum disebut-sebut pengusaha, Mardigu juga didapuk sebagai pengamat terorisme.
Banyak pemberitaan Kompas.com memuat pendapatnya ketika berbicara mengenai kasus-kasus terorisme di Indonesia.
Seperti pada pemberitaan Kompas.com, Rabu (10/3/2010), Mardigu meyakini salah satu teroris yang tewas dalam penyergapan polisi di Pamulang pada 2010 adalah Dulmatin.
Dia mengatakan terduga Dulmatin adalah otak di balik aksi bom bunuh diri di Bali pada 2002. Dulmatin bergerak di Indonesia dengan guardian angels seperti dr Fauzi.
Mardigu mengatakan keduanya telah saling mengenal sejak di Poso dan Ambon.
Tak hanya itu, Mardigu juga ikut berbicara saat ada ledakan di Vihara Ekayana, Jakarta Barat, Minggu (4/8/2013). Satu paket meledak dalam peristiwa itu, dan 3 orang mengalami luka ringan.
Dia menilai sekitar 10.000 anggota intelijen tak mampu meredam pergerakan kelompok teror dan menjamin rasa aman warga negara.
Sebanyak 10.000 orang itu tergabung dalam Badan Intelijen Negara (BIN), Badan Intelijen Strategis (BAIS), dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).
"Intel Indonesia ada 10.000 orang. Sementara kelompok ini paling cuma seribu. Jadi selama ini BIN ngapain, BAIS, BNPT? Intel sekarang enggak bergerak," ujarnya untuk Kompas.com, Senin (5/8/2013).
Dia bahkan menambahkan, selama ini intel hanya makan gaji buta dan kebanyakan hanya duduk-duduk daripada bergerak di lapangan.
Hal inilah yang menjadikan Mardigu prnah menjadi staf ahli Kementerian Pertahanan beberapa tahun silam.
Praktisi hipnoterapi
Tak hanya pengamat terorisme.
Mardigu yang merupakan lulusan San Fransisco State University, Master Applied Psychology in Criminal Mind & Forensic Investigators juga seorang praktisi hipnoterapi.
Mardigu pernah menjelaskan mengenai orang latah yang berpotensi menjadi target pelaku kejahatan dengan metode hipnotis.
"Pola pikir orang yang menderita latah itu lompat-lompat. Ini bisa dimanfaatkan pelaku kejahatan dengan hipnotis," kata Mardigu seperti diberitakan Kompas.com, Sabtu (28/8/2010).
Dia mengetahui bahwa pelaku kejahatan dengan hipnotis punya cara untuk mengetes korbannya latah atau tidak. Misalnya dengan menjatuhkan uang koin tepat di depan korban.
Dia mengimbau pada para calon pemudik kala itu untuk senantiasa berhati-hati saat mudik Lebaran.
Channel YouTube
Dilansir dari channel YouTube-nya, Mardigu Wowiek Prasantyo (MWP) memiliki pengalaman lebih dari 25 tahun berbisnis oil dan gas serta digital bisnis.
Selain itu juga memiliki pengalaman di bidang geopolitik dan geoekonomi.
Dia diklaim juga seorang penulis yang telah menulis 4 buku bisnis, 2 buku geopolitik dan geoekonomi, serta 1 buku aplikasi psikologi.
Mardigu juga merupakan pendiri Rumah Yatim Indonesia yang saat ini memiliki lebih dari 6.000 anak didik. Dia dijuluki Bossman Sontoloyo oleh teman-temannya.
Hal itu karena cara berpikir dan strateginya nyeleneh.
Punya banyak penggemar
Mardigu cukup populer di media sosial.
Akun instagramnya memiliki 2,1 juta followers, sementara akun youtubenya memilik lebih dari 1 juta subscribers.
Di channel youtube Anang Hermansyah, Mardigu pernah menyatakan sipa maju di Pilpres 2024.