Breaking News:

Ayah Cabuli Putrinya

Penjelasan Polda Sulsel Setelah Terima Laporan Balik Kasus 3 Anak Dirudapaksa di Lutim

Wakil Ketua LPSK, Edwin Partogi mengatakan ibu tiga anak korban rudapaksa di Luwu Timur, tidak dapat dilapor balik

Penulis: Muslimin Emba | Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM/MUSLIMIN EMBA
Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol E Zulpan. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) LPSK, Edwin Partogi mengatakan ibu tiga anak korban rudapaksa di Luwu Timur, tidak dapat dilapor balik.

Rujukannya, mengacu pada Undang-undang Nomor 31 Tahun 2014, tentang perlindungan korban dan saksi.

"Pasal 10 itu, tentang perlindungan hukum yaitu saksi, korban, pelapor, ahli, saksi pelapor tidak dapat digugat," kata Wakil Ketua LPSK, Edwin Partogi saat di Makassar, beberapa hari lalu.

"Baik pidana atau perdata atas kesaksiannya sepanjang kesaksiannya itu beritikad baik," sambungnya.

Edwin menyarankan, sebaiknya dalam hal ini penyidik atau pihak kepolisian mematuhi undang-undang nomor 31 tahun 2014 itu.

"Sebaiknya penyidik mengacu pada undang-undang nomor 31 tahun 2014 pasal 10," ujarnya 

Pihaknya pun menegaskan akan melindungi ibu tiga anak korban rudapaksa itu, jika laporan pencemaran nama baik S, tetap diproses penyidik.

"Tentunya kami akan melindungi kepentingan pelapor kami dan akan melindungi kepentingan korban," tegas Edwin.

"Itu undang-undang produk DPR dan pemerintah ditandatangani presiden yang berlaku untuk semua orang," tutunya.

Menanggapi hal itu, Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol E Zulpan, mengatakan tetap melakukan penyelidikan atas laporan pria berinisial S (45).

"Hak melapor semua warga negara itu adalah sama. Artinya memiliki hak yang sama untuk melapor," kata Zulpan dikonfirmasi, Kamis (21/10/2021) siang.

"Persoalan laporannya itu diterima dan diproses, kan akan dilihat dulu fakta-fakta hukumnya," sambungnya.

Pihaknya juga mengatakan, bahwa laporan dugaan pencemaran nama baik S, sepaket dengan dugaan rudapaksa tiga anak yang dilaporkan Lidya atau mantan istrinya.

"Terkait laporan (S) di Polda kan, tentunya berkaitan dengan laporan (dugaan rudapaksa tiga anak) di Luwu Timur," terang Zulpan.

"Manakalah laporannya (Lidya) itu terbukti kebenarannya, kan tidak bisa diproses (laporan S). Kalau ternyata kasus di Luwu Timur itu tidak benar, berarti bisa diproses," tuturnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved