Tribun Makassar

Penyebab Harga Telur Tak Naik di Pasar Pabaeng-baeng Makassar Jelang Maulid

Banyak peternak baru di kabupaten/kota dan mempengaruhi harga telur yang beredar.

Penulis: M Yaumil | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/M YAUMIL
Erwin (24) Pemilik Toko Barakka' di Pasar Pabaeng-baeng, Kota Makassar. 

Untuk eceran di angka Rp 31 ribu sampai Rp 34 ribu per rak.

Ukuran telur juga menjadi pembeda harga di pasaran.

“Harga bervariasi, tergantung kesepakatan dengan peternak, tapi umumnya begitu,” katanya.

Pedagang grosir biasanya menaikkan harga Rp 3.000 untuk menutupi modal.

Beda cerita dengan pertenak, karena dia harus menutupi modal pakannya.

Menurut Ewin, agar peternak mendapat keuntungan, harga jual telur minimal Rp 35 ribu per rak.

“Karena kondisinya seperti ini, peternak harus nombok," katanya.

Tidak jarang peternak harus menombok hingga Rp 10 ribu.

Harga telur seperti ini telah berjalan dua bulan terakhir.

Ewin mengambil telurnya dari tangan pertama.

“Saya ambil telur di Sidrap, langsung dari peternak,” ungkapnya.

Ewin berjualan telur secara mandiri, setelah tiga tahun bekerja di sektor distribusi telur.

Pendapatannya tidak menentu dan kios yang dia tempati disewa dengan harga Rp 11 juta per tahun.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved