Tribun Makassar

Penyebab Harga Telur Tak Naik di Pasar Pabaeng-baeng Makassar Jelang Maulid

Banyak peternak baru di kabupaten/kota dan mempengaruhi harga telur yang beredar.

Penulis: M Yaumil | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/M YAUMIL
Erwin (24) Pemilik Toko Barakka' di Pasar Pabaeng-baeng, Kota Makassar. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Menjelang Maulid Nabi Muhammad SAW, harga telur tidak menunjukkan tanda-tanda kenaikan.

Hal itu berdasarkan pantauan tribun-timur.com, Sabtu (16/10/2021) sore.

Ewin (24), Pedagang telur di Pasar Pabaeng-baeng, Jl Sultan Alauddin No10 Kecamatan Tamalate menjelaskan penyebab harga telur tak merangkak jelang Maulid.

"Barang (telur) menumpuk di kandang, terus over produksi juga," ujarnya.

Over produksi ditengarai tidak adanya pengiriman telur ke luar kota.

Disisi lain, banyak peternak baru di kabupaten/kota dan mempengaruhi harga telur yang beredar.

Faktor ini yang kemudian menjadi salah satu penyebab harga telur malah merosot menjelang maulid.

"Di setiap kabupaten ada semua mi peternaknya tidak seperti dulu cuma di Sidrap," katanya.

Menurutnya, distribusi telur saat ini sudah tidak normal seperti dulu.

“Tidak bisa juga disalahkan karena kita tidak bisa mengatur orang yang beternak,” tuturnya.

Dikatakan, harga telur tahun lalu saat maulid Rp 40 ribu per rak.

Tahun ini harganya di angka Rp 28 ribu sampai Rp 30 ribu per rak dari peternak.

Harga telur akan berbeda untuk pedang grosir dan eceran.

Harga untuk grosir dikisaran Rp 29 ribu hingga Rp 30 ribu per rak.

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved