Citizen Reporter
Rindu Belum Terobati Calon Jamaah Haji Asal Jeneponto dan Pengantarnya
HEBOH, meriah, padat, macet merupakan kesan pertama yang muncul di benak warga Sulawesi Selatan (Sulsel) ketika mendengar kata "jamaah haji Jeneponto"
Penulis: CitizenReporter | Editor: Edi Sumardi
Mawardi
Humas Kanwil Kemenag Sulsel
Melaporkan dari Makassar, Sulsel
HEBOH, meriah, padat, macet merupakan kesan pertama yang muncul di benak warga Sulawesi Selatan (Sulsel) ketika mendengar kata "jamaah haji Jeneponto".
Hal ini dikarenakan setiap penyelenggaraan haji, kloter asal Kabupaten Jeneponto lah yang selalu menampilkan pemandangan yang beda dibanding kloter dari kabupaten lain di Sulsel baik pemberangkatan maupun pemulangan.
Bukan hanya jemaah hajinya yang heboh, tapi pengantar dan penjemput jamaah hajinya pun terkenal dengan jumlahnya yang ribuan mulai Keluarga dan handai tolan tak kalah hebohnya, sampai kadang merepotkan PPIH (Panitia Penyelenggara Ibadah Haji) dan petugas keamanan di Asrama Haji Sudiang di Makassar.
Makanya, penundaan pemberangkatan haji selama 2 tahun berturut turut (tahun 2020 - 2021), bukan hanya semakin mempertebal ghirah (hasrat) calon jamaah haji ke Tanah Suci, tapi juga mempertebal kerinduan masyarakat Kabupaten Jeneponto ke Asrama Haji Sudiang mengantar dan menjemput kerabatnya.
Hal itu disampaikan Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Sulsel Ali Yafid, saat menyampaikan penjelasan pada acara Sosialisasi Keputusan Menteri Agama RI Nomor 660 Tahun 2021 tentang Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji Tahun 2021 di Gedung Sipitangari, Jeneponto, Sulawesi Selatan, Selasa (12/10/2021).
Acara tersebut dihadiri Kepala Kanwil Kemenag Sulsel, Khaeroni; Wakil Bupati Jeneponto, Paris Yasir; Kabid Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU); Kabag Kesra Setda Jeneponto, Kepala UPT Asrama Haji Sudiang Makassar, H Ikbal Ismail; Ketua IPHI Jeneponto; Kepala Kanwil Kemenag Jeneponto, Saharuddin; dan sejumlah pejabat terkait dari Kanwil Kemenag Sulsel dan Kemenag Jeneponto.
Kepala Kanwil Kemenag Sulsel mengatakan, ibadah haji di Tanah Suci merupakan impian setiap umat Islam di seluruh dunia, bahkan yang sudah berkali kali melaksanakannya pun masih sangat ingin kembali melaksanakan Rukun Islam ke 5 ini.
Termasuk dari Jeneponto.
Jangankan jamaah calon hajinya yang rindu ke Tanah Suci, pengantar calon jamaah haji pun sudah sangat rindu ke Asrama Haji Sudiang.
Sebelum penundaan pelaksanaan ibadah haji, persiapan haji sudah dilakukan sangat optimal oleh Kementerian Agama dan stakeholder Terkait.
Kata Kepala Kanwil Kemenag Sulsel, pemerintah tidak gegabah dalam menentukan keputusan.
Sebagaimana yang ditegaskan Menteri Agama RI, keputusan pembatalan haji ini semata-mata demi keselamatan jamaah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/sosialisasi-haji-di-jeneponto-1-12102021.jpg)