Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Sidrap

Pisang Sidrap Binaan Syaharuddin Alrif Mulai Dipasarkan ke DKI Jakarta

Pisang Sidrap itu adalah garapan Kelompok Tani Semangat Milenial dan Pemuda Tani HKTI Sidrap binaan Syaharuddin Alrif.

Penulis: Ari Maryadi | Editor: Hasriyani Latif
dok pribadi
Pelepasan perdana pisang lokal Sidrap ke DKI Jakarta. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pisang lokal asal Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan mulai dipasarkan ke ibukota, DKI Jakarta.

Pisang Sidrap itu adalah garapan Kelompok Tani Semangat Milenial dan Pemuda Tani HKTI Sidrap binaan Syaharuddin Alrif.

Pemasaran pisang Sidrap itu bekerja sama PT Berdikari Logistik Indonesia.

Pisang Sidrap itu dilepas secara perdana di Desa Telumae, Kecamatan Watang Sidenreng, Kabupaten Sidrap pada Kamis (7/10/2021).

Pelepasan dihadiri Direktur Buah dan Holtikultura Kementerian Pertanian (Kementan) RI, Liferdi Lukman.

Didampingi Wakil Ketua DPRD Sidrap Syaharuddin Alrif.

Dirut PT Berdikari Logistik Indonesia, Dinas Pertanian Provinsi Sulsel, Sekda Sidrap, Kakan Kemenag dan Ketua DPD HKTI Sulsel serta Ketua DPC Pemuda Tani HKTI Sidrap.

Liferdi Lukman mengatakan pelapasan Pisang itu sangat sepesial dan tidak akan ia lupakan selamanya.

“Ini ada yang istimewa, 7 Oktober, saya dari pagi terima banyak WA karena hari ini, hari ulang tahun saya, sehingga pengiriman perdana pisang ini akan tetap saya ingat selama hidup saya,” katanya dalam rilis yang diterima tribun-timur.com, Sabtu (9/10/2021).

Liferdi berharap pengiriman pisang lokal Sidrap ke pasar Jakarta itu terus meningkat.

“Seperti yang dikatakan tadi harus menanjak, sekarang kirim 2000 tandan ke depan bisa bertambah dan terus meningkat,” katanya.

Sementara Wakil Ketua DPRD Sulsel, Syaharuddin Alrif menargetkan kebun pisang seluas 1.500 hektar yang tersebar di enam desa di Kabupaten Sidrap.

“Karena itu jangan khawatir susah pemasarannya, karena sekarang ada PT. Berdikari Logistik Indonesia yang siap membeli,” katanya.

Selain itu, kata Syahar yang juga Sekretaris Nasdem Sulsel itu, dalam satu tandang yang laku adalah tandan ke satu hingga ke tujuh, sementara tandan ke delapan dan seterusnya tidak dibeli karena kecil.

“Karena itu, saya berencana akan membuat pabrik pisang termasuk Porang, untuk mengolah pisang yang kecil itu dan saya akan kerjasamakan dengan perusahaan Nestle untuk dibuat susu anak-anak,” pungkasnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved