Hadapi El Nino, Syaharuddin Alrif Siapkan 4 Strategi Jaga Produktivitas Sawah di Sidrap
Menurutnya, langkah antisipasi dini dilakukan melalui percepatan musim tanam serta penggunaan varietas benih padi dengan masa panen lebih singkat.
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) terus memperkuat sektor pertanian sebagai motor utama penggerak ekonomi daerah.
Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, menegaskan berbagai langkah strategis telah disiapkan untuk menjaga produktivitas lahan tetap stabil.
Terutama dalam menghadapi fenomena iklim El Nino yang menyebabkan kemarau panjang dan kekeringan.
Menurutnya, langkah antisipasi dini dilakukan melalui percepatan musim tanam serta penggunaan varietas benih padi dengan masa panen lebih singkat.
“Sudah melakukan antisipasi, satu mempercepat musim tanam, yang kedua mengurangi umur padi, biasanya 110 hari,” ungkapnya usai menghadiri Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI di Hotel Claro, Makassar, Kamis (26/3/2026).
Baca juga: Hadapi Godzilla El Nino, Mentan Amran Sulaiman Jamin Stok Beras Cukup hingga Desember
Politisi Partai NasDem itu menjelaskan, saat ini Pemkab Sidrap mulai mempersiapkan penanaman padi dengan varietas berumur 75 hari.
Selain itu, pihaknya juga menjalankan program listrik masuk sawah serta mengaktifkan kembali fungsi embung dan parit sebagai penunjang irigasi.
“Sekarang kami sedang mempersiapkan menanam yang usia 75 hari. Yang ketiga, program listrik masuk sawah. Yang keempat, embung dan parit itu diaktifkan,” lanjutnya.
Ia optimistis empat program unggulan tersebut mampu mendongkrak produktivitas pertanian di Sidrap ke depan.
“Empat program itu insyaallah, saya yakin di Sidrap dengan skema mengatur musim tanam dan produktivitas," ucapnya.
Ia mengungkapkan, sebelum hasil panen hanya 5 sampai 6 ton, saat ini hasil panen petani di Sidrap telah meningkat signifikan, mencapai 10 hingga 12 ton per hektare.
“Sekarang 10 sampai 12 ton per hektare. Makanya Sidrap paling tinggi pertumbuhan ekonominya di Sulsel, karena produksi yang ditambahkan,” ujarnya.
Mantan Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan itu juga menyebut penggunaan benih lokal menjadi salah satu kunci peningkatan hasil produksi.
“Kami pakai benih lokal yang berasal dari Sulawesi Selatan. Justru lebih tinggi produksinya. Kalau tidak percaya, silakan datang ke Sidrap,” katanya.
Sebagai langkah mitigasi menghadapi El Nino, Pemkab Sidrap juga menerapkan sistem pengairan melalui sumur dalam berbasis listrik dengan teknologi pompa celup (submersible pump), menggantikan mesin berbahan bakar gas yang sebelumnya digunakan.
“Pengoboran sumur dalam tapi teknologi listrik. Biasanya pakai tabung gas. Kalau di Sidrap, kita pakai listrik dengan mesin air atau pompa celup. Itu untuk mengantisipasi El Nino,” tuturnya.(*)
| Syaharuddin Alrif Sebut Tak Pernah Bahas Bibit Nanas di APBD Sulsel 2024 |
|
|---|
| Diuji 1 Jam Nonstop, Gear Ultima Buktikan Ketangguhan di Yamaha Cup Race 2026 Sidrap |
|
|---|
| Yamaha Kenalkan 6 Warna Baru Gear Ultima 125 di YCR 2026 Sidrap |
|
|---|
| El Nino Godzila, Damkarmat Makassar Aktifkan Tujuh Posko |
|
|---|
| BPBD Luwu: 300 Ribu Hektare Masuk Peta Bahaya Kekeringan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260326-Syaharuddin-Alrif-Sidrap.jpg)