Breaking News:

Tribun Luwu Timur

Petani di Luwu Timur Manfaatkan Urin Sapi Jadi Obat Pengusir Hama Tikus dan Pupuk Organik

Program ini merupakan aksi perubahan pengendalian hama yang ramah lingkungan. 

Penulis: Ivan Ismar | Editor: Hasriyani Latif
Dinas Pertanian Luwu Timur
Sejumlah petani di Luwu Timur bersiap menaburi sawah dengan obat pengusir hama tikus dan pupuk kompos organik dari bahan urin sapi. 

TRIBUNLUTIM.COM, MALILI - Urin sapi bisa dimanfaatkan sebagai pengusir hama tikus pada tanaman padi.

Dinas Pertanian Luwu Timur sudah mengajari sejumlah petani untuk menciptakan sendiri obat hama ini.

Kegiatan tersebut dinamakan FERMENtasi urin sapi sebagai repellent (pengusir) HAma TIkus (FERMEN HATI) pada tanaman padi.

Kepala Dinas Pertanian Luwu Timur, Amrullah Rasyid mengatakan FERMEN HATI bertujuan sebagai pengusir hama tikus.

Termasuk juga berfungsi sebagai pupuk kompos organik cair.

Menurut Amrullah, program ini merupakan aksi perubahan pengendalian hama yang ramah lingkungan. 

"Karena bahannya terbuat dari bahan yang ada di lingkungan sekitar masyarakat," kata Amrullah kepada TribunLutim.com via WhatsApp, Sabtu (25/9/2021) siang.

Bahan yang digunakan seperti urin sapi, kunir, jahe, laos, temu ireng, air gula dan bakteri pengurai serta aerator sebagai motor.

Ia menegaskan tujuan utama dari program ini adalah membangun kolaborasi antara kelompok peternak dan petani.

"Utamanya dalam kegiatan pertanian ramah lingkungan yang bernilai ekonomis," ujarnya.

Ke depan, Dinas Pertanian berharap akan menjadi ajang kolaborasi pertanian berkelanjutan antara kelompok peternak dan kelompok petani.

Dinas pertanian sudah memberikan pelatihan membuat obat hama ini kepada petani di dua desa yang jadi lokasi khusus (lokus).

Desa tersebut yaitu Desa Lumbewe di Kecamatan Burau dan Desa Lera, Kecamatan Wotu pada Selasa (21/9/2021).

Ada 20 petani dari dua desa yang ikut dalam pelatihan pertanian ramah lingkungan.

Hadir saat itu, Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura, Darfan Husain dan para koordinator BPP Wotu dan Burau.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved