Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Makassar

Daftar Peserta Terakhir Isolasi Apung KM Umsini

Jumlah pasien covid isolasi terpadu selama hampir dua bulan beroperasi sebanyak 275 orang.

Penulis: Siti Aminah | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/AMINAH
Pembubaran program isolasi apung terpadu di KM Umsini, Senin (20/9/2021). Pemberhentian pengoperasian ini ditandai dengan penurunan bendera kuning dan pemberian penghargaan berupa plakat kepada pihak terkait. 

Kabid Keselamatan Berlayar kantor Kesyahbandaran Utama Makassar, Triono mengaku sangat senang bekerjasama dengan Pemkot Makassar.

PT Pelni turut andil dan berkontribusi dalam menuntaskan masalah pandemi.

Selesainya program isolasi ini, KM Umsini akan kembali beroperasi dan kembali ke fungsi awalnya sebagai kapal Pelni.

"Kami akan kembali beroperasi seperi biasanya menjadi angkutan umum yang melayani penumpang," bebernya.

Rencananya, Umsini akan kembali berlayar dan meninggalkan Makassar pada Jumat (24/9/2021) mendatang.

Kapal ini akan melayani penumpang rute Maumere-Larantuka (Flores Timur)- Kupang, Nusa Tenggara Timur.

"Hari Jumat kami bertolak dari Makassar menuju NTT dan setelah itu akan kembali ke Makassar," jelasnya.

Sterilisasi kapal telah dilakukan untuk mencegah terjadinya penyebaran virus dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap KM Umsini.

Pihak Pelni memastikan kapal ini steril dan aman digunakan sebelum melayani pengantaran penumpang.

"Sudah dibersihkan, kita sterilisasi dengan penyemprotan cairan disinfektan," ujarnya.

Wali Kota Makassar Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto mengatakan, selesainya isolasi apung KM Umsini akan menjadi simbol perlawanan covid-19 meskipun covid belum usai.

"Apa yang dilakukan ini adalah sejarah. Ini penanda bahwa di suatu masa saat Indonesia diserang pandemi ada tempat isolasi yang memberi isolasi menghadapi pandemi, adalah Umsini," ucap Danny Pomanto saat sambutan.

Danny menjelaskan, pada saat KM Umsini beroperasi, kasus harian di Makassar mencapai 5.000 kasus.

"Sekarang sisa 200 kasus dan sudah banyak kecamatan yang nol kasusnya.(*)

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved