Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Perampokan

Kapan Sebenarnya Barang Bukti dari Polisi Dikembalikan ke Pemiliknya? Begini Penjelasannya

Satu orang pelaku utama perampokan, tewas ditembak polisi. Sementara empat lainnya dilumpuhkan dengan peluru tajam

Editor: Muh. Irham
Tribun Medan
Pemilik toko emas Masrul F dan Aulia Chan saat memeriksa barang bukti emas mereka yang dirampok oleh kawanan perampok bersenjata seberat 6,8 kilogram, Kamis (16/9/2021). 

TRIBUN-TIMUR.COM - Peristiwa perampokan 6,8 kg emas di Medan, menyita perhatian banyak orang. Lima orang pelaku perampokan berhasil dibekuk beberapa hari setelah peristiwa itu terjadi.

Satu orang pelaku utama perampokan, tewas ditembak polisi. Sementara empat lainnya dilumpuhkan dengan peluru tajam.

Pascaperistiwa ini, pemilik toko emas  Masrul F, Ade Irawan mengapreasiasi penangkapan kawanan perampok yang menggasak toko emasnya, Kamis (16/9/2021) lalu.

Ia pun mengucapkan terima kasih pada kepolisian yang selama berhari-hari bekerja mengungkap kasus tersebut.

Menurut Ade, sejauh ini polisi bekerja secara profesional dengan mengusut para pelaku.

Terlebih kata Ade, ucapan terima kasihnya kepada Dirreskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja yang turun langsung ke lapangan.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolda Sumut Pak Panca Putra dan Bapak Dirkrimum Kombes Tatan Dirsan Atmaja yang terjun langsung memimpin pengejaran terhadap perampokan ini sampai tidak tidur beliau," kata pemilik toko emas Masrul F, Ade Irawan, Kamis (16/9/2021).

Meski pelaku sudah tertangkap dan barang bukti tak berkurang secuil pun, emas yang dicuri belum kembali di genggamannya lagi.

Ia masih harus menunggu sampai polisi menyerahkannya kepada mereka.

Ade pun berharap agar persoalan segera selesai agar emasnya segera dikembalikan.

"Berharapnya secepatnya dikembalikan emasnya. Cuma kata Pak Direskrimum Tatan sabar dulu. Masih diproses, nanti dikabari," ucapnya.

Meski demikian ia menaruh kepercayaan sepenuhnya kepada polisi. Menurutnya sejak awal kasus terungkap aparat bekerja secara transparan.

Bahkan usai barang bukti diamankan, mereka diundang untuk menyaksikan dan disuruh memilah mana saja perhiasan kepemilikannya.

Selain itu mereka juga disuruh memegang kunci ransel yang sudah digembok sampai saat konferensi pers.

"Alhamdulillah saat ini sudah lega. Dari kemarin pun diundang transparan. Saya bilang pada penyidik, apapun yang dibutuhkan saya siap. Keterangan saya, saya siap kapanpun dipanggil, cuma itu yang saya bisa bantu," ucapnya.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved