Calon Panglima TNI
Salim Said Singgung Panglima TNI Orde Baru M Jusuf dan Benny Moerdani 'Sembara Orang Bisa'
Pengamat militer, Salim Said mengkritik pemilihan Panglima TNI di masa lampau saat Jenderal M Jusuf dan Benny Moerdani terpilih.
"Pak Benny Moerdani itu paling tinggi pangkat militernya cuma Mayor komandan Batalyon RPKAD lalu sudah itu keluar dari kegiatan militer aktif. Naik…naik…naik…jadi Panglima ABRI. Itu yang tidak boleh terulang,"jelas Salim.
Ia juga menceritakan, Jenderal Soemitro pernah memprotes Presiden Soeharto soal pemilihan Benny Moerdani sebagai Panglima ABRI.
“Benny jangan jadi panglima,” katanya.
Baca juga: Tinggal Tunggu Maunya Presiden Jokowi, 3 Parpol Besar Setuju Jenderal Andika Perkasa Panglima TNI
Bagi Jenderal Soemitro, lanjut Salim Said, Benny Moerdani belum layak jadi Panglima ABRI karena belum pernah memangku jabatan teritorial.
Soemitro mengusulkan agar Benny Moerdani diberi jabatan teritorial dulu sebelum diangkat menjadi Panglima ABRI.
"Pak Harto bilang ga ada waktu lagi. Pak Mitro ga berani nggak berani dong protes," cerita Salim Said.
Salim Said mengaku pernah bertemu Benny Moerdani di Mabes ABRI.
"Beliau bilang pada saya, saya uda teken mati jadi intel ga mau jadi panglima tuh, tapi ini kan tugas," kata Salim menirukan ucapan Benny kepada dirinya kala itu.
Setelah Orde Baru tumbang, terjadi perubahan politik.
Baca juga: Fakta-fakta Laksamana Yudo Margono Saingan Jenderal Andika Perkasa Diisukan Calon Kuat Panglima TNI
Sehingga, kata Salim Said, untuk menjadi Panglima TNI harus punya pengalaman jadi kepala staf angkatan.
"Nah orang-orang ini semua memenuhi syarat. Ada satu soal berapa lama lagi mereka pensiun. Kalo sudah terlalu dekat waktunya mau pensiun ya repot dong kerjanya jadi panglima. Jadi presiden harus memperhitungkan berapa lama lagi orang ini pensiun. Kalo sudah dekat pensiun jangan dong diangkat. Jangan ngerecokin presiden," ujarnya.
Ia menjelaskan Andika Perkasa, Yudo Margono, marsekal fadjar prasetyo memenuhi syarat.
“Berapa lama lagi mereka pensiun, kalau mau pensiun, yah repot dong kalau udah dekat. Akhirnya itu keputusan presiden,” katanya.(*)
Baca juga: Dialog Bareng Nakes dan Pasien di Asrama Haji Sudiang, Panglima-Kapolri Terkesan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/hasim10092021.jpg)