Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Calon Panglima TNI

Salim Said Singgung Panglima TNI Orde Baru M Jusuf dan Benny Moerdani 'Sembara Orang Bisa'

Pengamat militer, Salim Said mengkritik pemilihan Panglima TNI di masa lampau saat Jenderal M Jusuf dan Benny Moerdani terpilih.

Tayang:
Editor: Muh Hasim Arfah
Wikipedia
Mantan Panglima TNI, Jenderal M Jusuf dan Benny Moerdani. 

TRIBUN-TIMUR.COM-  Panglima TNI Hadi Tjahjanto akan berakhir bulan November 2021.

Kini ada tiga calon panglima TNI yakni KSAD Jenderal Andika Perkasa, KSAL Laksamana Yudo Margono dan Marsekal Fadjar Prasetyo.

Banyak pihak menyampaikan dukungannya kepada kedua perwira tinggi berpangkat empat bintang ini.

Anggota DPR Fraksi PDIP, Effendi Simbolon blak-blakan mendukung Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa sebagai calon Panglima TNI.

Effendi Simbolon tidak hanya mendukung Jenderal Andika Perkasa, Effendi juga mendukung Letnan Jenderal Dudung Abdurachman sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).

"Insya Allah semua akan terjadi dalam waktu dekat, Jenderal Dudung Abdurachman menjadi KSAD dan Jenderal Andika Perkasa menjadi Panglima TNI," kata Effendi dikutip, Jumat (3/9/2021).

Baca juga: Jenderal Andika Perkasa Digadang Jadi Panglima TNI, Anak Buah Megawati Sebut Masa Jabatannya Pendek

Pengamat militer, Salim Said menyampaikan pandangan keputusan pengangkatan Panglima TNI adalah hak sepenuhnya presiden Republik Indonesia.

"Ini kaya pemilihan umum. Biarkanlah aja presiden yang milih ini kan hak prerogatif beliau. Kok jadi rame mau pemilihan Panglima. Biar itu urusan presiden, boleh presiden tanya ke penasehatnya, jangan dijadikan barang umum," kata Salim Said sambil tertawa dikutip dari YouTube TV One, Kamis (9/9/2021).

Salim Said mengatakan, menyebutkan proses pemilihan panglima di masa lampau.

“Ini mulai berubah setelah reformasi, sembara orang bisa menjadi panglima, banyak tak memenuhi syarat,” katanya.

Salim Said menyebut nama Jenderal (purn) M Jusuf yang pernah menjadi Panglima TNI di masa Orde Baru.

Menurut Salim, M Jusuf hanya pernah menjadi Panglima Kodam kecil di Sulawesi Selatan.

Baca juga: Kader PDIP Terang-terangan Dukung Jenderal Andika Jadi Panglima TNI Undang Reaksi Angkatan Laut

Prof Salim Said
Prof Salim Said (Tribunnews/MUHAMMAD FADHLULLAH)

"Ditarik ke Jakarta jadi Menteri Perdagangan. Naik naik naik akhirnya jadi Panglima TNI," katanya.

Prof Salim Haji Said PhD adalah seorang akademisi Indonesia keturunan Bugis, Sulawesi Selatan.

Selain Jenderal M Jusuf, ia juga menyinggung mantan Pangab ABRI Jenderal TNI Benny Moerdani.

"Pak Benny Moerdani itu paling tinggi pangkat militernya cuma Mayor komandan Batalyon RPKAD lalu sudah itu keluar dari kegiatan militer aktif. Naik…naik…naik…jadi Panglima ABRI. Itu yang tidak boleh terulang,"jelas Salim.

Ia juga menceritakan, Jenderal Soemitro pernah memprotes Presiden Soeharto soal pemilihan Benny Moerdani sebagai Panglima ABRI.

“Benny jangan jadi panglima,” katanya.

Baca juga: Tinggal Tunggu Maunya Presiden Jokowi, 3 Parpol Besar Setuju Jenderal Andika Perkasa Panglima TNI

Bagi Jenderal Soemitro, lanjut Salim Said, Benny Moerdani belum layak jadi Panglima ABRI karena belum pernah memangku jabatan teritorial.

Soemitro mengusulkan agar Benny Moerdani diberi jabatan teritorial dulu sebelum diangkat menjadi Panglima ABRI.

"Pak Harto bilang ga ada waktu lagi. Pak Mitro ga berani nggak berani dong protes," cerita Salim Said.

Salim Said mengaku pernah bertemu Benny Moerdani di Mabes ABRI.

"Beliau bilang pada saya, saya uda teken mati jadi intel ga mau jadi panglima tuh, tapi ini kan tugas," kata Salim menirukan ucapan Benny kepada dirinya kala itu.

Setelah Orde Baru tumbang, terjadi perubahan politik.

Baca juga: Fakta-fakta Laksamana Yudo Margono Saingan Jenderal Andika Perkasa Diisukan Calon Kuat Panglima TNI

Sehingga, kata Salim Said, untuk menjadi Panglima TNI harus punya pengalaman jadi kepala staf angkatan.

"Nah orang-orang ini semua memenuhi syarat. Ada satu soal berapa lama lagi mereka pensiun. Kalo sudah terlalu dekat waktunya mau pensiun ya repot dong kerjanya jadi panglima. Jadi presiden harus memperhitungkan berapa lama lagi orang ini pensiun. Kalo sudah dekat pensiun jangan dong diangkat. Jangan ngerecokin presiden," ujarnya.

Ia menjelaskan Andika Perkasa, Yudo Margono, marsekal fadjar prasetyo memenuhi syarat.

“Berapa lama lagi mereka pensiun, kalau mau pensiun, yah repot dong kalau udah dekat. Akhirnya itu keputusan presiden,” katanya.(*)

Baca juga: Dialog Bareng Nakes dan Pasien di Asrama Haji Sudiang, Panglima-Kapolri Terkesan

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved