Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Jokowi ke Sulsel

Jokowi Resmikan Bendungan Paselloreng Besok, Warga yang Rumahnya Tenggelam Curhat ke DPRD Sulsel

Puluhan kepala keluarga (KK) secara terpaksa mengungsi akibat genangan air bendungan menenggelamkan rumah warga.

Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan | Editor: Saldy Irawan
tribun-timur
Rumah warga yang tenggelam dan belum terbayarkan ganti ruginya akibat dari genangan air Bendungan Paselloreng, Kecamatan Gilireng, Kabupaten Wajo, Rabu (8/9/2021). 

TRIBUNWAJO.COM, SENGKANG - Bendungan Paselloreng, yang berada di Kecamatan Gilireng, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, diresmikan Presiden RI, Joko Widodo, Kamis (9/9/2021) besok.

Bendungan terbesar di Kawasan Timur Indonesia itu mulai dibangun sejak Tahun 2015.

Bendungan Paselloreng yang merupakan proyek strategis nasional menelan biaya Rp793 M itu menimbulkan masalah lain.

Puluhan kepala keluarga (KK) secara terpaksa mengungsi akibat genangan air bendungan menenggelamkan rumah warga.

"Selain konstruksi fisik masih jauh dari kata selesai, masalah sosial dari proyek tersebut juga masih banyak khsusnya terkait dengan ganti rugi lahan warga yang terdampak dari bendungan," kata Ketua Komisi A DPRD Sulsel, Selle KS Dalle, Rabu (8/9/2021).

Kontruksi fisik yang dimaksud politisi Demokrat itu adalah pembangunan daerah irigasi (DI) Paselloreng.

Menurutnya, belum rampungnya jaringan irigasi bendungan tersebut adalah masalah besar berikutnya.

"Masalah besar yang terjadi di lapangan terkait dengan Bendungan Paselloreng, karena saat ini sudah difungsikan untuk menampung air hujan dan sungai tapi saluran induk dan tersiernya belum ada sama sekali," katanya.

Selle, yang merupakan legislator dari daerah pemilihan Kabupaten Wajo-Kabupaten Soppeng itu mengaku mendapatkan aspirasi dari masyarakat terkait tenggelamnya rumah warga akibat Bendungan Paselloreng yang belum mampu mengalirkan airnya.

Bahkan, pemanfaatannya yang diklaim bisa mengaliri area persawahan seluas 8.510 ha itu belum dirasakan warga.

"Ini air cuman sekedar genangan saja karena proyek tersebut belum ada salurannya. Jadi belum bisa dimanfaatkan oleh warga. Air ini sekedar menenggelamkan sejumlah masalah sosial yang belum selesai," katanya.

Olehnya, sebagai wakil rakyat, dirinya meminta seluruh pihak yang bertanggungjawab atas pembangunan proyek strategis nasional itu agar menaruh "empati" kepada warga yang terdampak Bendungan Paselloreng.

Bendungan Paselloreng sendiri berada di Desa Paselloreng dan Desa Arajang, Kecamatan Gilireng. Luas genangannya sendiri diperkirakan lebih dari 1.892,47 ha dengan kapasitas tampung 138 juta m3.

Sebelumnya, ada 25 bidang dan 13 bidang tegakan yang baru saja dibayarkan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Wajo kepada masyarakat, Selasa (7/9/2021) kemarin.

"(Tadi) pembayaran ganti rugi tanah dan tanaman 25 bidang dan 13 bidang tegakan pembangunan Bendungan Paselloreng," kata Kepala BPN Kabupaten Wajo, Syamsuddin.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved