Breaking News:

KKB Papua

OPM Beri Ultimatum kepada Pendatang di Sorong Agar Pergi, Perang dengan TNI Akan Berlanjut

Juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom mengatakan, perang antara pihaknya dengan aparat keamanan masih akan terus berlangsung di Papua Barat.

Editor: Muh. Irham
Ist
KKB Papua 

TRIBUN-TIMUR.COM - Suasana di Papua Barat kembali memanas. Pascatewasnya empat prajurit TNI di tangan anggota KKB Papua, Tentara Pembatasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM), mengeluarkan ancaman kepada seluruh pendatang di Sorong, Papua Barat.

Juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom mengatakan, perang antara pihaknya dengan aparat keamanan masih akan terus berlangsung di Papua Barat.

"Olah karena itu, kami imbau kepada para pendatang untuk segera meninggalkan wilayah perang di Sorong," kata Sebby dalam keterangan resminya.

"Kami berikan peringatan kepada masyarakat imigran orang Indonesia yang ada di wilayah perang di Kodam XVIII/Kasuari, Sorong untuk segera tinggalkan wilayah itu dan pindah ke kota Sorong. Di wilayah itu perang tidak akan berhenti," kata Sebby dalam video, Selasa (7/9/2021).

Sebby juga kembali meminta kepada pemerintah dan TNI-Polri untuk segera menghentikan operasi militer di wilayah pemukiman warga. Ia menyebut kalau pasukan TNI-Polri di sana telah membakar rumah-rumah warga.

"Kami terima laporan membakar rumah-rumah masyarakat itu tindakan yang tidak benar, itu tindakan melanggar hukum, itu tindakan terorisme, tindakan kriminal. Oleh karena itu kami minta untuk segera hentikan," ujarnya.

Di samping itu, TPNPB-OPM juga menegaskan kalau baku tembak yang terjadi pada 6 September 2021 lalu itu murni dilakukan oleh pasukannya.

Sebby membantah kalau baku tembak itu dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

"Hari ini pukul 11 waktu Papua saya terima laporan langsung dari komandan operasi mengatakan bahwa mereka bertanggung jawab atas serangan tersebut."(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved