Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Edukasi

Fungsi Cahaya pada Kunang-kunang Jantan

Ternyata, cahaya pada kunang-kunang jantan punya fungsi tersendiri. Apakah itu? Simak penjelasannya

Editor: Suryana Anas
Freepik via TribunStyle.com
Ilustrasi kunang-kunang 

Alasan lain perginya kunang-kunang di siang hari, barangkali karena mereka tidak bisa hidup cukup lama.

Serangga ini mempunyai siklus hidup yang sangat singkat.

Dikutip dari situs CBC, kunang-kunang dewasa hidup cukup lama hanya untuk kawin dan bertelur.

Bahkan beberapa para peneliti memercayai jika kunang-kunang dewasa hampir tidak perlu makan.

Dalam siklus kehidupannya, serangga ini lebih banyak menghabiskan waktunya sebagai larva kunang-kunang, yakni sekitar satu tahun sebelum berubah dewasa.

Cahaya kunang-kunang jantan menarik hati si betina

Kunang-kunang jantan biasanya lebih banyak bersinar dan berkedip di malam hari

Mereka ingin menarik hati si betina untuk kemudian kawin dan menghasilkan keturunan berikutnya.

Sehingga tidak ada cahaya dari tubuhnya yang terbuang sia-sia.

Cahaya dari tubuh serangga ini dihasilkan dari lapisan kecil sel reaktif bernama photocytes.

Ketika oksigen bercampur dengan pigmen luciferin, enzim bernama luciferase, serta bahan kimia berupa adenosin trifosfat, bagian perut bawah kunang-kunang akan bercahaya kuning kehijauan di tengah kegelapan malam.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mengapa Kunang-Kunang Tidak Bercahaya di Siang Hari?", Klik untuk baca: https://www.kompas.com/skola/read/2021/08/28/113000969/mengapa-kunang-kunang-tidak-bercahaya-di-siang-hari.

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved