Breaking News:

Tribun Enrekang

Tokoh Agama & Ormas di Enrekang Dukung Penegakan Hukum Bagi Oknum Dokter yang Tak Percaya Covid-19

Surat pernyataan yang dibuat oleh dr. Andiany menjadi perbincangan hangat di tengah masayarakat.

Penulis: Muh. Asiz Albar | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN TIMUR/MUH ASIZ ALBAR
Ketua MUI Enrekang, KH Amir Mustafa 

TRIBUN-TIMUR.COM, ENREKANG-Adanya kontroversi dan viralnya pernyataan yang dibuat oleh oknum dokter yang menyatakan tidak percaya adanya Covid-19 di Kabupaten Enrekang.

Surat pernyataan yang dibuat oleh dr. Andiany menjadi perbincangan hangat di tengah masayarakat.

Karna didalam kutipan pernyataannya yang dibuat pada tanggal 25 Agustus 2021 terang-terangan menolak dan tidak mengakui adanya Covid-19 yang beredar luas di masyarakat.

Hal ini membuat sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat serta Ormas yang ada di Kabupaten Enrekang angkat bicara atas pernyataan tersebut.

Mereka mengecam pernyataan dr. Andiany dan mendukung penegakan hukum terhadapnya.

Ketua MUI Enrekang, KH. Amir Mustafa mengatakan pandangan dr. Andiany salah dan tidak sesuai dengan keilmuan.

Hal itu juga tak sejalan dengan kondisi terkini berdasarkan ilmu kedokteran secara umum saat ini di dunia dan Indonesia.

Menurutnya, pendapat dr. Andiany telah mencederai profesi kedokteran dan berpotensi menyesatkan masyarakat.

"Apalagi saat ini Protokol Kesehatan dan Vaksinasi merupakan upaya bersama dalam menghadapi situasi Pandemi Covid-19 yang dialami seluruh dunia saat ini," kata KH. Amir Mustafa, dalam rilis yang diterima TribunEnrekang.com, Senin (6/9/2021).

Ia juga mendukung proses hukum sesuai dengan norma dan aturan hukum terhadap dr. Andiany.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved