TRIBUNWIKI
Profil Prof Akin Duli, Penemu Kerangka Manusia Tertua di Sulawesi
Prof Akin Duli mencatatkan rekor dalam sejarah penelitiannya sebagai arkeolog. Ia menjadi penemu kerangka manusia tertua di Sulawesi
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof Akin Duli mencatatkan rekor dalam sejarah penelitiannya sebagai arkeolog.
Ia menjadi penemu kerangka manusia tertua di Sulawesi bernama 'Besse', sebutan anak perempuan Suku Bugis.
Besse ditemukan pada tahun 2015 di sebuah kotak kedalaman dua meter.
Tepat di Gua Liang Panninge, Kabupaten Maros, Sulsel.
Namun baru bisa diteliti lebih jauh pada tahun 2019 karena keterbatasan, alat, laboratorium, hingga dana.
Akhirnya Besse diteliti di laboratorium Jerman bekerjasama dengan pihak Jerman.
Lalu siapa Prof Akin Duli? Penemu manusia tertua Sulawesi.
Karena menemukan Besse, namanya masuk dalam jurnal internasional, nature.
Akin Duli merupakan dekan Fakultas Ilmu Budaya Unhas sejak tahun 2017 hingga sekarang.
Prof Akin Duli memang punya segudang prestasi di bidang riset dan penelitian.
Ia aktif menjelajahi pelosok Sulawesi untuk menuntaskan kehausannya soal sejarah dan perisitiwa masa lampau.
Lelaki kelahiran 1964 ini senang melakukan penelitian sejak di bangku kuliah, sesuai dengan jurusan sarjananya, Arkeologi.
Penelitian pertamanya pada tahun 1993, sebagai peserta dalam penelitian bersama antara Jurusan Arkeologi UI, UGM, UDAYANA, UNHAS dan Pusat Penelitian Arkeologi Nasional.
Kegiatan dipelopori oleh Indonesian Field School of Archaeology (IFSA) di Situs Pusat Kerajaan Majapahit Trowulan Jawa Timur yang dibiayai oleh Ford Foundation.
Selanjutnya, pada 2001, ia terlibat dalam penelitian di Luwu yang bertema The Origin of Complex Society in South Sulawesi (OXIS), kerjasama antara Pusat Penelitian Arkeologi Nasional dengan Australian National University dan University of Hull.