Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Makassar

Komisi IX DPR-RI Salurkan 800 Vaksin ke Warga Binaan Rutan Kelas I Makassar

Dan, sebanyak 70 vaksinator termasuk petugas screening dari Lapas dan Rutan Makassar yang dilibatkan.

Penulis: Muslimin Emba | Editor: Saldy Irawan
tribun-timur
Suasana vaksinasi dosis pertama jenis sinovac di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Makassar, Jl Rutan, Kecamatan Rappocini, Sabtu (28/8/2021) siang. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ratusan warga binaan mengikuti vaksinasi dosis pertama jenis sinovac di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Makassar, Jl Rutan, Kecamatan Rappocini, Sabtu (28/8/2021) siang.

Vaksinasi itu merupakan bantuan kerjasama Komisi IX DPR RI, Aliyah Mustika Ilham yang menggandeng Poltekkes dan Kantor Kesehatan Pelabuhan Makassar.

Kepala Rutan Makassar, Sulistyadi mengatakan, ada 800 warga binaan yang divaksin dalam program kerjasama itu.

Dan, sebanyak 70 vaksinator termasuk petugas screening dari Lapas dan Rutan Makassar yang dilibatkan.

"Sampai sekarang sudah ada 1200 warga binaan yang sudah menerima vaksin (dari total 1600 penghuni) atau dengan persentase 75%," kata Sulistyadi ditemui di sela acara.

Ia pun berharap seluruh warga binaan di Rutan Kelas I Makassar dapat divaksin.

"Harapan kami dengan jumlah yang ada bisa secara langsung membentuk herdimunity warga binaan," ujarnya.

Pihaknya mengaku terus menggalakkan penerapan protokol kesehatan yang ketat di lingkungan Rutan Kelas I Makassar.

"Kalau ada petugas yang bergejala langsung diarahkan untuk periksa kesehatan dan jika perlu WFH," ungkap Sulistyadi

Selain itu, pencegahan juga diimbangi dengan pembagian multivitamin dan masker baik kepada petugas maupun warga binaan.

Sementara itu, Aliyah Mustika Ilham mengatakan, pihaknya akan berupaya agar seluruh warga binaan baik di Rutan maupun di Lapas bisa menerima vaksin.

 "Kalau kemarin ya warga binaan Lapas targetnya 700, hari ini warga binaan Ruta targetnya 800. Alhamdulillah jika ditotal kita sudah salurkan 1500 dosis vaksin," terang Aliyah.

Sebagai salah satu solusi mengatasi pandemi Covid-19, Aliyah mengaku akan terus membangun koordinasi dengan Kementerian Kesehatan.

"Karena pada prinsipnya vaksinasi ini merupakan benteng pertahanan dalam menghadapi Covid 19," bebernya.

Pada pelaksaan vaksinasi massal itu, pihak penyelenggara menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Mulai dari mobilisasi warga binaan ke lokasi pendaftaran diatur berjarak.

Begitu juga saat menunggu di kursi daftar tunggu yang telah diatur berjarak.

Para warga binaan juga diwajibkan mengenakan masker, baik sejak mendaftar hingga proses penyuntikan vaksin.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved