Kisah Pahlawan
Kisah Heroik Emmy Saelan, Perawat yang Lemparkan Granat ke Belanda di Kassi-kassi
Untuk mengenang kepahlawanannya, jalan yang sering dilalui Emmy ketika bergerilya diabadikan sebagai nama Jalan Jalan Emmy Saelan
TRIBUN-TIMUR.COM - Salah satu pahlawan asal Sulawesi Selatan adalah Emmy Saelan. Namanya kini diabadikan sebagai nama jalan di Kota Makassar.
Emmy Saelan lahir di Malangke, Luwu Utara, Sulawesi Selatan, 15 Oktober 1924 dan wafat di Makassar, 23 Januari 1947 pada umur 22 tahun. Ia adalah salah seorang pejuang wanita dan Pahlawan Nasional Indonesia.
Untuk mengenang kepahlawanannya, jalan yang sering dilalui Emmy ketika bergerilya diabadikan sebagai nama Jalan Jalan Emmy Saelan ini terletak di Jalan Sam Ratulangi Makasar. Bahkan, pernah diusulkan untuk membangun patung Emmy.
Namun usul itu ditolak keluarga karena dianggap bertentangan dengan keyakinan agama yang dianut.
Sebagai gantinya, lokasi tempat Emmy gugur juga dibadikan dengan dibangunnya Monumen Emmy Saelan. Monumen ini terletak di Kota Makasar di Jl Toddopuli.
Namun sayang, kondisi monumen tersebut sekarang tidak terawat. Seperti gambar Garuda Pancasila yang telah rusak dan ditumbuhi banyak rumput liar.
Kisah Perjuangan Emmy Saelan
5 April 1946. Gubernur Sulawesi, Sam Ratulangi bersama dengan pembantu-pembantunya ditangkap oleh Belanda.
Lalu, kemudian, pada Juni 1946, Gubernur Ratulangi diasingkan ke Serui, Irian Barat.
Dr. Sam Ratulangi adalah pejabat Gubernur yang ditunjuk Bung Karno untuk provinsi Sulawesi. Akan tetapi, entah karena pertimbangan apa, Ratulangi belum membentuk pemerintahan secara resmi di Sulawesi saat itu.
Meski begitu, berita penangkapan Ratulangi mendapat protes. Salah satunya adalah perawat-perawat putri di Rumah Sakit Katolik ‘Stella Maris’.
Mereka melakukan pemogokan umum untuk memprotes penangkapan tersebut. Salah satu tokoh penggerak aksi pemogokan ini adalah Emmy Saelan.
Emmy Saelan adalah salah satu pejuang wanita Indonesia. Meskipun statusnya adalah seorang perawat dan kepala bagian palang merah, tetapi ia juga ikut memanggul senjata dan bertempur di garis depan.
Emmy Saelan adalah putri sulung dari tujuh bersaudara. Ayahnya, Amin Saelan, adalah tokoh pergerakan taman siswa di Makassar dan sekaligus penasehat organisasi pemuda.
Salah seorang adiknya yang laki-laki, Maulwi Saelan, adalah tokoh pejuang dan pernah menjadi pengawal setia Bung Karno.
Sekutu Mendarat di Makassar