Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Saya Sappol

Gara-gara Ulah 'Sappol PP', Nakes di Sulsel Kecewa Berat Kerjanya Diragukan, Siapa yang Perintahkan?

Kepala BKD Sulsel Imran Jausi membenarkan pengawasan tersebut oleh Satpol PP Sulsel.

Editor: Saldy Irawan
ist
Salah seorang personel Satpol PP Sulsel melakukan pemantauan terhadap kehadiran para dokter ASN di poliklinik RS Dadi 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Bukan Saya Sappol, cara pengawasan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di Sulawesi Selatan kembali heboh di publik. 

Setelah aksi kekerasan oknum Satpol Gowa yang melakukan tindak kekerasan terhadap perempuan, kini muncul lagi kasus baru antara Satpol PP vs Nakes yang bertugas di RS Pemprov Sulsel

Sejumlah nakes mengeluhan tindakan Satpol PP Sulsel yang melakukan penekanan terhdapa kerja-kerja kedokteran. 

Aktivitas mereka dipantau dan dimonitoring langsung oleh personel Satpol PP Provinsi Sulsel.

Hal ini pun mendapat reaksi oleh sejumlah nakes, karena merasa kerja kerja mereka diragukan Satpol PP

Satpol PP Sulsel yang sedianya bertugas melakukan penegakan hukum dan pendisiplinan warga terhadap protokol kesehatan (Prokes) Covid 19, kini ditambah untuk mengawasi kehadiran para dokter ASN di 7 rumah sakit pemerintah provinsi Sulsel.

Gedung RS Haji Makassar, yang terletak di Jl Dg Ngappe, Kota Makassar, Senin (4/11/2019).
Gedung RS Haji Makassar, yang terletak di Jl Dg Ngappe, Kota Makassar, Senin (4/11/2019). (wahyu/tribun-timur.com)

Adapun RS di bawah naungan Pemprov Sulsel adalah, RS Haji, RS Labuang Baji, RS Dadi, RS Sayang Rakyat, RS Pertiwi, RS Fatimah, dan RS Gigi dan Mulut.

Informasi ini terkuak setelah muncul di sosial media unggahan dari salah satu akun di instagram @zaidatulamalia.

Dalam postingannya, dia mengupload video salah seorang personel satpol PP Sulsel yang ditanya bahwa sedang apa dia disitu?

Dan apa tugasnya?

Kemudian personel satpol tersebut menjawab bahwa sedang ditugaskan mengawasi kehadiran para dokter di RS. Dalam caption di IG, @zaidatulamalia menyampaikan intinya mempertanyakan pengawasan dokter oleh Satpol PP.

Dalam caption di IG, @zaidatulamalia menyampaikan intinya mempertanyakan pengawasan dokter oleh Satpol PP.

Saat kasus covid naik pesat, IDI/IDAI menganjurkan pelayanan telemedicine untuk melindungi dokter2 dari terpapar covid, mengingat data dari @timmitagasiidi menunjukkan angka kematian dokter yang kian meningkat.

Ini malah mengirim satpol pp untuk mengawasi kehadiran dokter.

Gagal paham saya!

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved