Breaking News:

Catatan di Kaki Langit

Catatan di Kaki Langit, HMI di Ujung Sejarah

Apa yang disebut sebagai senior atau KAHMI, sesungguhnya bisa berwujud sekelompok imperialis yang memperbudak anak-anak atau kader HMI.

Editor: AS Kambie
DOK TRIBUN TIMUR
Prof M Qasim Mathar 

Oleh: Qasim Mathar
Cendekiawan Muslim

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sebentar lagi apa yang dikenal sebagai HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) akan tinggal sebagai puing sejarah.

Lalu, tinggal sebagai kenangan sejarah.

Setelah itu terlupakan, kecuali jika masih ada tulisan yang tertinggal yang masih bisa dibaca.

Para pembaca yang bukan HMI akan membaca tulisan itu dengan samar-samar, bahwa dahulu kala di Indonesia ada organisasi kemahasiswaan yang cukup lama berjaya, namun gagal mengantar bangsa Indonesia meraih peradaban yang tinggi. Hingga akhirnya HMI lapuk sendiri di dalam perjalanan bangsa Indonesia.

Sebabnya? Radikalisme eksklusifisme beragama, konservatisme, rasa benci terhadap sekitar, kejumudan dan keengganan berpikir bebas, tabiat penjiplak, kehilangan daya kreatif, takut berkolaborasi dengan yang berbeda, takut keluar dari "Islam" dan menemukan Islam yang baru, ... semua faktor itu telah merusak prinsip Insan Cita HMI.

Yaitu "Terbinanya insan akademis, pencipta, pengabdi yang bernafaskan Islam dan bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah Subhana wata’ala."

Apa yang disebut sebagai pengkaderan HMI, sesungguhnya mengisi kaum intelektual muda Indonesia agar memiliki semua faktor yang telah disebutkan di atas.

Proses pengkaderan yang demikian sudah berjalan persis saat masuknya gelombang radikalisme beragama ke tubuh HMI sejak masa Orde Baru.

Sejak itu, Insan Cita HMI mulai kehilangan wujud. Hingga sekarang, Insan Cita tinggal bayangan. Bahkan menjadi hantu bagi HMI.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved