Kesehatan
Kenapa Stres Bisa Terjadi? Simak Penjelasan Psikolog UNM Sitti Murdiana
Faktor genetik ini berkaitan dengan kerentanan seseorang mengalami stres.
Penulis: Rudi Salam | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Banyak yang mempertanyakan kenapa bisa stres terjadi.
Psikolog Universitas Negeri Makassar (UNM), Sitti Murdiana pun menjawab pertanyaan tersebut.
Hal tersebut disampaikan dalam Webinar Seri #6 Sinergi Atasi Covid-19 dengan tema 'Mengelola Stress di Masa Pandemi' oleh Kalla Group.
Webinar ini ditayangkan secara langsung melalui Youtube Kalla Group dan Tribun Timur, Sabtu (14/8/2021).
Sitti Murdiana menjelaskan bahwa stres dipengaruhi oleh dua hal, yakni faktor genetik dan lingkungan.
Faktor genetik ini berkaitan dengan kerentanan seseorang mengalami stres.
Menurutnya, stres juga bagus jika sekali-kali sebab bisa menggerakkan orang ke hal-hal positif.
“Hanya saja kalau ternyata disikapi dengan negarif, ini yang menjadi masalah,” jelasnya.
Stres disebabkan karena faktor genetik karena seseorang yang memiliki kerentanan stres, hal-hal kecil saja bisa menimbulkan stres besar.
“Kalau secara genetik ibunya rentan terhadap stres, kemungkinan ada generasi selanjutnya yang kerentanan yang sama dengan ibunya,” katanya.
“Apalagi sering menyaksikan stres ibu atau orang tuanya, maka dia bisa mencopy perilakunya,” sambungnya.
Faktor kedua yang membuat stres adalah faktor lingkungan.
Menurut Sitti Murdiana, faktor lingkungan ini tidak bisa dihindari seseorang.
Dirinya mencontoh seperti dengan kondisi sekarang yakni pandemi Covid-19.
“Awalnya kan kita hidup normal, tapi ketika pandemi datang, stres datang, kita tidak bisa ke mal, tidak bisa nongkrong di cafe, harus pakai masker dan seterusnya,” jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/psikolog-unm-sitti-murdiana-saat-menjadi-narasumber-di-webinar-seri-6-sinergi-atasi-covid-19.jpg)