Tribun Makassar
Dialog Bareng Nakes dan Pasien di Asrama Haji Sudiang, Panglima-Kapolri Terkesan
Dialog berlangsung saat Panglima TNI dan Kapolri melakukan peninjauan FIT, yang didampingi Plt Gubernur Sulsel.
Penulis: Muhammad Fadhly Ali | Editor: Hasriyani Latif
"Saya sempat mengalami demam dan melakukan PCR di puskesmas, hasilnya positif. Dan saya tanyakan (konsultasi telemedicine) Hallo Dokter mengenai isolasi dan saya ke sini dengan membawa hasil PCR," ujarnya.
Hadi Tjahjanto mengaku bahwa ini bisa menjadi contoh dan disebarkan kepada masyarakat melalui media sosial.
"Bisa share di media sosial bahwa saya dengan kesadaran sendiri karena merasa panas melakukan PCR dan hasilnya positif. Dan masuk isoter dengan tujuan melindungi masyarakat dan keluarga supaya tidak tertular," katanya.
"Ini satu pelajaran yang bagus yang harus disebarkan kepada masyarakat semuanya dan ceritakan juga kalau isolasi ini dilayani oleh dokter, diberi obat dan diberikan fasilitas seperti rumah sakit kelas satu," pungkasnya.
Semua masyarakat, kata Panglima TNI, memiliki tugas untuk memutus mata rantai penularan Covid-19.
"Setiap insan memiliki arti penting, setiap kelompok memiliki arti penting, setiap tokoh memiliki arti penting untuk memutus mata rantai dengan mensosialisasikan pengalaman masing-masing dalam rangka menghadapi paparan Covid-19," katanya.
"Biar masyarakat juga tidak takut, karena sakit terpapar Covid-19 itu bukan aib, itu adalah ancaman global yang semua orang bisa tertular dan pengalaman ini perlu disampaikan ke masyarakat," jelas Hadi.
Sementara itu, Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, mengatakan hingga saat ini sudah 110 pasien yang tengah menjalani isolasi di FIT.
"Layanan FIT ini merupakan rumah sakit darurat yang diampuh oleh Rumah Sakit Provinsi dan diperuntukkan bagi pasien Covid-19 tanpa gejala atau gejala ringan, yang bisa berasal dari seluruh kabupaten kota di Provinsi Sulawesi Selatan maupun dari provinsi lain yang kebetulan berada di Sulsel," tuturnya.
Hadirnya FIT ini, kata Andi Sudirman, untuk memisahkan orang sakit dari orang sehat, sehingga orang sehat tetap bisa bekerja dan produktif.
Selain itu, untuk mengantisipasi lonjakan kasus covid yang membutuhkan banyak tempat tidur perawatan, sehingga mencegah lumpuhnya layanan kesehatan.
Untuk mengurangi angka isolasi mandiri yang susah dipantau dan kurang efektif dalam memutus mata rantai penularan, terutama bagi mereka yang tinggal di rumah dengan kondisi padat.
Serta mendorong angka kesembuhan karena pemantauan dan penanganan pasien lebih baik jika dilakukan di tempat terpusat.
"Bapak Panglima TNI dan Kapolri mengunjungi FIT (Fasilitas Isolasi Terintegrasi) Provinsi Sulsel. Alhamdulillah Panglima TNI dan Kapolri terkesan dengan fasilitas Kamar dengan standard hotel berbintang, lingkungan asri, bersih dan luas, serta pendamping dokter spesialis dan nakes lainnya dari RS Provinsi sebagai Pangampuh FIT," jelasnya.
"Kita menghadirkan Fasilitas Isolasi Terintegrasi di Asrama Haji dengan kapasitas 1.500 tempat tidur. Kita juga menghadirkan layanan telemedicine 'Hallo Dokter', serta melakukan upaya Kebut Vaksinasi," tambabnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/panglima-tni-marsekal-tni-hadi-tjahjanto-dialog-bersama-tenaga-kesehatan.jpg)