Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Bantaeng

Ditolak Dua Legislator, Nasib Calon Sekwan Pilihan Ilham Azikin Tunggu Persetujuan Pimpinan DPRD

Usulan pejabat mengisi jabatan Sekretaris Dewan (Sekwan) Bantaeng mendapat penolakan dari dua legislator.

Penulis: Achmad Nasution | Editor: Sudirman
ist
Anggota DPRD Bantaeng, yakni Muhammad Asri (kiri) dan Aditiawan Said (kanan) di depan ruang Sekwan yang kini disegel 

TRIBUNBANTAENG.COM, BANTAENG - Usulan pejabat mengisi jabatan Sekretaris Dewan (Sekwan) Bantaeng mendapat penolakan dari dua legislator.

Legislator tersebut adalah Aditiawan Said dan Muhammad Asri.

Sedangkan pejabat yang diusulkan menduduki jabatan Sekwan yakni, Jufri yang saat ini menjabat sebagai Kepala Bagian Organisasi Pemkab Bantaeng.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (BKPSDM) Bantaeng, Muslimin enggan berkomentar banyak.

"Kalau itu internal teman-teman Dewan saya tidak bisa terlalu banyak mencampuri," kata Muslimin saat dihubungi TribunBantaeng.com, via telepon selular Rabu, (4/8/2021).

Muslimin hanya menyampaikan bahwa pengangkatan sebagai Sekwan ditetapkan dengan melalui proses seleksi terbuka.

Pejabat yang dinyatakan memenuhi syarat maka Bupati Bantaeng, Ilham Azikin meminta persetujuan Pimpinan Dewan.

Melalui proses seleksi yang telah dilaksanakan, Jufri dinyatakan telah memenuhi syara.

"Sekarang ttinggal menunggu persetujuan pimpinan dewan untuk penerbitan SK," ujarnya.

"Pak Jufri sudah menjalani proses dan kita sudah mintakan persetujuan pimpinan Dewan," ujarnya.

Muslimin menegaskan, pejabat yang telah diusulkan itu merupakan orang terbaik yang telah melalui proses.

"Kita berharap dapat berjalan lurus karena orang yang disodorkan itulah yang terbaik bagi kami," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, Aditiawan Said menolak karena Jufri dianggap sangat arogan.

Sehingga dinilai tidak pantas menduduki jabatan Sekwan.

"Ini pendapat pribadi, kalau saya karakternya ini pak Jufri ini arogan. Layaknya kita dalam rumah tangga, dia itu sebagai kepala rumah tangga," kata Aditiawan saat dihubungi TribunBantaeng.com, Selasa, (3/8/2021), malam.

Menurut legislator Hanura itu, apabila Sekwan dijabat oleh Jufri maka akan berimbas pada anggota DPRD lainnya.

Kata dia, lembaga DPRD Bantaeng membutuhkan pejabat Sekwan yang dapat merangkul semua anggota Dewan.

Pasalnya, Sekwan dianggap sebagai kepala rumah tangga dalam lembaga DPRD

"Saya butuh dia merangkul teman-teman dan tidak membeda-bedakan teman-teman di DPRD," ujarnya.

Apalagi ia akan menjadi kepala keluarga di DPRD Bantaeng.

"Logikanya kepala keluarga tidak baik sama anaknya itu bagaimana. Sampai sekarang belum ada tanda-tanda untuk merangkul kita," ujarnya.

Lebih lanjut Aditiawan, penolakan itu murni karena alasan sifat Jufri yang dianggap arogan.

Ia mengaskan bahwa, tidak memiliki alasan lain, apalagi ketika ada yang menganggap bahwa penolakan itu karena adanya calon lain yang ingin diusulkan.

"Saya tidak adaji siapa pantas atau tidak Sepanjang itu kooperatif. Karena lembaga kita ini bagaimana seorang sekwan menjaga elektabilitas pemerintahan," jelasnya.

Terkait dengan police line yang terpasang di pintu masuk ruang Sekwan ditegaskan bahwa tidak ada dalam hal ini tidak ada hubungannya dengan tindakan hukum.

Police line dipasang hanya untuk menegaskan penolakan kepada pejabat Sekwan baru.

"Terkait dengan Police Line itu sembarangji orang membeli banyakji di market place. Kalau itu hanya untuk mempertegas bahwa saya menolak begitu," tuturnya.

Laporan wartawan TribunBantaeng.com, Achmad Nasution.

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved