Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Penanganan Covid

Dapat Laporan Ada Kecoa di Kapal Isolasi Apung, Danny Pomanto Telpon Kepala Cabang PT Pelni

Walikota Makassar Danny Pomanto melakukan evaluasi terhadap Isolasi Apung KM Umsini yang telah berjalan selama tiga hari.

Penulis: Andi Muhammad Ikhsan WR | Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM/ANDI MUHAMMAD IKHSAN WR
Walikota Makassar, Danny Pomanto saat ditemui di kediaman pribadinya, Jl Amirullah, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Walikota Makassar Danny Pomanto melakukan evaluasi terhadap Isolasi Apung KM Umsini yang telah berjalan selama tiga hari.

Ia pun mendapati masih banyaknya kendala, seperti adanya kecoa di atas Kapal, ketersediaan wifi yang belum memadai, dan air yang sempat tak mengalir.

Danny mengatakan, sebenarnya hal tersebut menjadi tanggungjawab PT. Pelni, sesuai kontrak yang berlaku.

Sehingga, ia langsung menghubungi Kepala Cabang Pelni untuk mengkordinasikan masalah tersebut.

"Jadi yang pertama menyangkut basis kehidupan orang, seperti air, toilet dan ada kecoa. Nah ini kan sebenarnya bukan urusan kita, karena itu sudah masuk dalam perjanjian dengan Pelni bagian dalam kontrak kami," ujar Danny saat ditemui di kediamannya, Rabu (4/8/2021)

"Makanya saya telpon tadi langsung kepala cabang pelni. Mestinya kan harusnya penanggungjawabnya dulu yang bicara, tapi karena terlalu lama begitu terpaksa saya shortcut," lanjutnya.

Kedua kata Danny, terkait wifi, dan audio di atas kapal yang tidak berfungsi.

Padahal ketersediaan wifi dan audio dianggap penting, untuk menunjang program isolasi apung.

"Kan ada kegiatan senam, tapi bagaimana caranya kalau tidak ada soundsystemnya. Nah makanya saya perintahkan bawa televisi sama soundsystem," katanya.

Sebenarnya kata Danny, dari awal pihaknya memang berencana untuk membawa wifi dan kelengkapan lainnya.

Namun pihak PT. Pelni mengatakan jika kelengkapan teraebut, sudah tersedia di atas kapal.

"Sebenarnya dari awal sudah saya suruh begitu, tapi diperjanjian dikatakan bahwa, wifi bisa dipakai, apa semua. Tapi ternyata wifinya mereka lemah, saya sudah dijanji sama infokom hari ini sudah selesai semua," terangnya.

"Kenapa wifi harus jalan? Karena kalau tidak, program juga tidak jalan. Inikan program sudah dibikin sama orang, sama motivator, sudah siap. Baru mau diuji coba dulu, tapi tidak tembus disana," sambungnya

Selain itu, ia juga menerima laporan jika Nakes yang bertugas di Isolasi Apung terpaksa menginap, karena tidak dijemput.

"Termasuk tadi Nakes, tidak dijemput pulang malam, terpaksa nginap. Orangkan seram rasanya kalau sehat baru nginap di tempat isolasi, karena tidak siap," terangnya.

Sehingga pihaknya meminta kerjasama dengan Angkatan Laut, untuk membantu penjemputan Nakes, dikarenakan kapal milik Pemkot yang tidak muat.

"Ternyata kapalnya Pemkot itu kecil, jadi sudah ada solusinya dibantu sama angkatan laut, termasuk bahan bakarnya apa," katanya

Danny pun memastikan, jika masalah ini akan bisa diselesaikan selama satu-dua hari kedepan.

"Saya memang menargetkan 3 hari evaluasi, ini kan sudah masuk hari ketiga, dan evaluasinya sudah jalan," katanya 

"Pancing juga yang 100 akan datang nanti, termasuk hal-hal kecil seperti bantal, sepray dan selimut sudah ada di kapal semua," lanjutnya.

Terkait jumlah peserta Isolasi Apung, Danny membeberkan, jika jumlahnya berkurang tiga, dari total 93 orang.

Sehingga kata Danny, pihaknya akan terus menggencarkan tracing, untuk memisahkan antara pasien postif dengan yang tidak.

"Ini tadi malam baru ketebang tiga, jadi artinya harus betul-betul mencari ini barang. Pekerjaan terbesar itu mencari, karena kita harus betul-betul memisahkan antara yang sakit, dengan yang sehat," tutupnya.

Laporan tribuntimur.com, AM Ikhsan

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved