Breaking News:

Akidi Tio

Polda Metro Jaya Hampir Saja Tangkap Heryanti Akidi Tio Sebelum Heboh Sumbangan Rp2 Triliun

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus menyampaikan Heryanti dilaporkan kasus penipuan sebelum laporannya dicabut.

Editor: Muh Hasim Arfah
kompas.tv
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus menjelaskan kasus yang menimpa Heryanti Tio soal dugaan penipuan yang dicabut pelapor di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (3/8/2021). 

TRIBUN-TIMUR.COM- Belum juga tuntas sumbangan Rp 2 triliun, kini anak Akidi Tio, Heryanti Tio, dalam masalah.

Kepolisian melalui Polda Metro Jaya pun akan kembali menelusuri kasus dugaan pelaporan kasus penipuan dan penggelapan.

Bahkan, anak buah Jenderal Asal Makassar, Irjen Pol Fadil Imran hampir menangkap Heryanty Tio.

Hal itu diakui Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus dalam konferensi pers pada Selasa (3/8/2021).

Padahal, pelapor sudah mencabut laporannnya 28 Juni 2021 lalu.

Penyidik Polda Metro Jaya, kata Yusri, akan melakukan klarifikasi ulang soal alasan pencabutan laporan penipuan itu.

Baca juga: Denny Siregar vs Andi Arief: Kasus Sumbangan Rp 2 T Akidi Tio vs Prank Wajah Lebam Ratna Sarumpaet

Heriyanti, suami dan anaknya nampak menutupi wajahnya setelah diperiksa di Polda Sumsel. Ketiganya dikawal petugas setelah diperiksa karena sumbangan Rp2 triliun tak kunjung cair.
Heriyanti, suami dan anaknya nampak menutupi wajahnya setelah diperiksa di Polda Sumsel. Ketiganya dikawal petugas setelah diperiksa karena sumbangan Rp2 triliun tak kunjung cair. (tribun sumsel)

“Ini yang kemudian sekarang penyidik akan mengklarifikasi lagi pelapor. Rencana akan kita undang klarifikasi lagi. Apa motif dari pelapor mencabut laporannya,” ujarnya.

“Tanggal 28 Juli 2021 yang lalu, pelapor kemudian mencabut laporannya dalam bentuk pengiriman surat untuk mencabut laporan terhadap saudari H,” kata Yusri yang juga perwira polisi asal Makassar ini.

Dia pun meminta masyarakat tidak mengaitkan kasus penipuan Heryanty Tio dengan masalah sumbangan Rp2 triliun dari keluarga Akidi Tio yang tak kunjung cair.

“Perlu saya tegaskan lagi, laporan ini sejak Februari 2020 tentang penipuan penggelapan. Jangan disangkutpautkan ada sedikit permasalahan di Sumatera Selatan,” kata Yusri.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved