Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Maros

Profil Kapolres Maros Musa Tampubolon, Pernah Bertugas di Sudan Hingga Italia

Kapolres Maros, AKBP Musa Hengky Pandapotan Tampobulon, sebentar lagi akan meninggalkan jabatannya.

Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Suryana Anas
Humas Polres Maros
Kapolres Maros, AKBP Musa Tampubolon 

TRIBUNMAROS.COM, MAROS - Kapolres Maros, AKBP Musa Hengky Pandapotan Tampobulon, sebentar lagi akan meninggalkan jabatannya.

Ia akan kembali ke kampung halamannya untuk mengemban tugas baru sebagai Kabag Wassidik Ditreskrimum Polda Sumatra Utara.

Hal ini tertuang dalam Surat Telegram Rahasia Kapolri nomor ST/1508/VII/KEP./2021, tertanggal 26 Juli 2021.

Saat ditemui oleh tribunmaros.com, Kamis (29/07/21) petang, ia pun menceritakan sepak terjangnya saat hendak terjun menjadi seorang polisi.

Ia mengatakan sejak kecil dirinya tak pernah memiliki cita-cita untuk menjadi seorang polisi.

"Sejak kecil cita-cita saya berbeda-beda. Waktu SD saya ingin jadi pilot, SMP jadi Angkatan Laut, SMA pengen jadi Angkatan Darat," katanya.

Awal mulanya ia mendaftar Akabri untuk menjadi seorang taruna.

"Zaman itu kan kita namanya Akabri (Angkatan Bersenjata Indonesia), jadi pendaftaran taruna itu menjadi satu. Angkatan darat, Laut dan polisi jadi satu," tuturnya.

Dari nilai psikologi pria kelahiran 25 Juni 1978 dinyatakan lulus sebagai polisi.

"Disitu kita dibagi berdasarkan hasil penilaian psikologis. Kebetulan lulus sebagai polisi, pulang pakai taruna. Itu dulu cita-cita saya, yang penting jadi taruna," lanjutnya

Perjuangan yang dilalui Musa untuk menjadi seorang polisi tidaklah mudah.

"Pertama, saya punya tekad, harus masuk taruna. Saya cari tahu apa saja tesnya. Saya belajar akademik, psikologi saya pelajari. Jasmani, saya lari tiap pagi. Dibangunkan oleh almarhum ayah saya, setiap pagi pukul 05.00, disiram pakai air kolam. Lari sejam setiap hari sejak kelas dua SMA," jelasnya.

Ia sempat menelan pil pahit lantaran gugur ditahun pertama ia mendaftar Akabri.

"Tahun 1996 saya daftar Akabri, sampai di Magelang, namun gugur karena waktu itu sakit. Karena udara Magelang sama Medan kan beda, Magelang dingin, Medan Panas," terangnya.

Setahun kemudian, ia kembali mendaftarkan diri dengan tekad untuk menjadi Taruna, dan akhirnya ia berhasil menjadi lolos.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved