Profil Penerima Beasiswa SEMSESTA: Hobi Game Online di Warnet, Zetta Septian Mahir IT
Beasiswa SEMESTA merupakan program dari Komunitas SEVIMA yang diikuti Zetta Septian bermodal aplikasi buatan bernama COVGONE
“Kuliah itu kan harus merantau, harus bayar kuliah, tidak sedikit. Bayangan saya, lulus ya cari kerja dulu,” ungkap Zetta merefleksikan kegalauan tidak bisa kuliah seperti teman-temannya.
Rasa pesimis itu seakan sirna ketika suatu saat menemukan informasi tentang Beasiswa Semesta.
Informasi inipun ia temukan secara tak sengaja, ketika rebahan dan tidak melakukan aktivitas apapun, informasi Beasiswa Semesta ia temukan melalui media sosial Instagram.
Langsung saja Zetta mendaftar beasiswa ini. Segala berkas dilengkapi dengan segera dalam satu hari saja. Inilah semangat Zetta untuk meraih cita citanya.
Saat proses seleksi tersebut, dirinya sempat tak percaya diri.
Ia mengalami kesulitan saat tahap tes Hackathon (perlombaan membuat aplikasi dalam waktu singkat - seperti Marathon tapi untuk pemrograman).
Aplikasi yang biasa dibuat dalam kurun waktu satu bulan, harus diringkas dalam hitungan jam.
Zetta saat itu mencoba membuat aplikasi sistem pendaftaran vaksin berbasis website. Hasilnya pun menjanjikan, aplikasi sudah dapat beroperasi secara sederhana.
"Jadi dalam Hackaton, saya membuat aplikasi bernama COVGONE. Singkatan dari COVID GONE (COVID menghilanglah)."
"Dengan aplikasi ini harapannya orang bisa daftar vaksin secara lebih mudah, fasilitas kesehatan menerima pendaftar juga lebih mudah, dan ada info tentang rumah sakit rujukan COVID yang API (informasinya) selalu terupdate dan terhubung database Kemenkes," kenang Zetta.
Kerja keras dan komitmennya untuk mencoba membantu penanganan Pandemi di Indonesia itu, membuahkan hasil. Zetta berhasil mendapatkan kesempatan beasiswa Semesta 2021.
“Biasanya saya mengerjakan pembuatan aplikasi seperti ini selama sebulan dan bisa lebih. Nah, saat kompetisi ini saya hanya melakukannya selama satu hari saja,” terangnya.
Mendapat Beasiswa
Karena persiapan yang serba mendadak tersebut, Zetta mulanya belum sempat menyampaikan kepada orang tuanya tentang rencana berkuliah dan mencari beasiswa.
Joni mengaku terkejut ketika Zetta langsung saja minta izin kepada kedua orang tuanya untuk berkuliah, karena telah mendapat beasiswa sekaligus gaji untuk biaya hidup di perantauan.
CEO SEVIMA, Sugianto Halim MMT, mengungapkan, Zetta adalah satu dari lima anak yang memperoleh anugerah Beasiswa SEMESTA.
Seluruh anak tersebut akan diberikan kesemptan berkuliah di Surabaya dengan biaya pendidikan untuk Zetta dan masing-masing peserta, senilai 55 Juta Rupiah.
Selain berkuliah, mereka juga akan memperoleh kontrak kerja di bidang IT dan gaji bulanan.
Dengan harapan para peraih Beasiswa SEMESTA, akan lulus kuliah dengan skillset yang lengkap baik secara teori maupun praktek di industri IT.
"Beasiswa ini menjadi cara SEVIMA untuk membuka jalan bagi talenta-talenta terbaik Indonesia untuk meraih masa depan yang cerah di bidang IT, dengan total hadiah berupa uang tunai dan biaya pendidikan senilai tiga ratus juta rupiah,” ungkap Halim.
Senada, Walikota Semarang Hendrar Prihadi MM yang hadir seiring salah satu warganya berhasil menyabet Beasiswa SEMESTA, menjelaskan bahwa sudah saatnya bagi Semarang dan Indonesia untuk tidak hanya menjadi penonton saja dalam perkembangan teknologi komputer.
Dengan semakin bertumbuhnya industri teknologi informasi ke depan, alih - alih sebagai user semata, talenta-talenta hebat dari Indonesia harus terlibat dan memenangkan kompetisi di industri IT.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/beasiswa-semesta.jpg)