Launching Tribun Sulbar
Maradika Mamuju Harap Tribun Sulbar Bantu Lestarikan Budaya
Jaringan pemberitaan nasional, Tribun Network, meluncurkan portal berita digital Tribun-Sulbar.com via daring Kamis (29/7/2021) sore.
Penulis: Ari Maryadi | Editor: Sudirman
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Jaringan pemberitaan nasional, Tribun Network, meluncurkan portal berita digital Tribun-Sulbar.com via daring Kamis (29/7/2021) sore.
Kantor berita ini berbasis di Kabupaten Mamuju. Ibu kota Provinsi Sulawesi Barat ini tengah dalam masa rehabilitasi pasca-gempa bumi 6,2 Magnitudo, enam bulan lalu.
Maradika (Raja) Mamuju, Andi Bau Akram Dai berharap kehadiran Tribun Sulbar ikut berkontribusi dalam pelestarian adat dan kebudayaan daerah.
Hal itu disampaikan dalam peluncuran Tribun Sulbar, Kamis (29/7/2021) sore.
"Kita berharap situs ini bermanfaat pengembangan pelestarian budaya, bantu peningkatan sejahtera masyarakat, pendidikan, pertanian," katanya.
Andi Bau meyakini kehadiran Tribun Sulbar akan membuat komunikasi semakin cepat di tanah mandar, semakin kritis sikap masyarakat.
Ia meyakini Tribun Sulbar akan hadir sebagai media informasi memberi berita update dan terpercaya.
Sehingga masyarakat akan mudah akses berbagai informasi dibutuhkan berbagai hal kedua.
"Tribun sulbar beri kontribusi pendayagunaan Sulbar, jadi media interaksi baik lokal maupun internasional," katanya.
Dahlan Dahi: Kontribusi Percepatan Pembangunan
Chief Executive Officer Tribun Network Dahlan Dahi mengatakan, peluncuran ini memperlihatkan mata lokal, perspektif yang beri akses bisa dilihat seluruh Indonesia.
"Bagaimana perspektif nasional bisa dilihat dari seluruh Indonesia," kata Dahlan Dali secara daring.
Peluncuran diawali dengan laporan live report dari sejumlah wartawan Tribun Sulbar di sejumlah lokasi bekas gempa.
Dahlan mengatakan, lewat reportase, kita sadar gempa Sulbar sudah 7 bulan, Tribun sangat prihatin kondisi rumah sakit masih darurat. Begitupun kantor DPRD masih sangat darurat.
Dahlan mengajak seluruh peserta mendoakan korban gempa bumi lalu, 100 lebih orang meninggal , ribuan orang luka.