Seniman Makassar Meninggal
Kak Roel Sanre Sahabat Rizal Ramli Telah Mendahului Kita
PERSIS seminggu sebelum kepergiannya, saya mengirim pesan melalui WhatsApp, tapi tidak ada respon.
Penulis: CitizenReporter | Editor: Edi Sumardi
Hidup sebagai seniman dijalani bersama seorang istri dan dua anak gadisnya di tanah kelahirannya, Butta Mangkasara, dihampir separuh hidupnya, seraya sempat memandori Seniman Bugis Makassar dalam suatu badan yang disebut Dewan Kesenian Sulawesi Selatan (dulu DKM).
Atau jangan-jangan Kak Roel tidak bertransformasi sebab dalam penglihatan saya, Kak Roel 40 tahun lalu di Asrama Lontara dengan Kak Roel sekarang hampir tiada beda dalam hidup dan budaya.
Bagi Kak Roel, aktivisme ibaratnya suatu garis yang continum dan berlanjut sampai akhir.
Tetap happy di luar dan tidak juga berusaha ikut bersama kawan-kawannya dalam pemerintahan aktivis Gus Dur, katanya suatu saat.
Buktinya, kami alumni Lontara masih mewarisi agenda khas aktivis dari Kak Roel, yaitu untuk terus merawat dan menumbuhkembangkan Asrama Mahasiswa Lontara sebagai infrastruktur pendidikan yang baik dan layak bagi anak perantauan dari Sulawesi Selatan.(*)