Breaking News:

Lawan Covid19

Penjelasan Dokter Kenapa Banyak Pasien Covid19 Status Isolasi Mandiri Covid-19 Meninggal Dunia

Bagaimana Cara Isolasi Mandiri di Rumah saat ada gejala Covid-19, kapan waktu tepat ke RS? Berikut penjelasan Ikatan Dokter Indonesia (IDI)

Editor: Mansur AM
TRIBUN-SULBAR.COM
Ilustasi Tim Kesehatan cek lokasi isolasi mandiri pasien Covid 19 - Bagaimana Cara Isolasi Mandiri di Rumah saat ada gejala Covid-19, kapan waktu tepat ke RS? Berikut penjelasan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) 

TRIBUN-TIMUR.COM - Data dari situs relawan LaporCovid-19, 2.000-an pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri (isoman) meninggal dunia.

Banyak pasien Covid-19 merasa baik-baik saja dan memutuskan isoman, padahal ancaman nyata di depan mata yang tidak disadari.

Saat ke rumah sakit, semuanya sudah terlambat.

Agar tidak terjadi pada Anda, berikut penjelasan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), kapan waktu tepat ke rumah sakit sebelum terlambat ditangani medis.

Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Zubairi Djoerban mengatakan, pasien Covid-19 kemungkinan memiliki pneumonia di paru-parunya.

Namun pasien tersebut tidak tertangani lantaran rumah sakit dalam keadaan penuh.

Hal ini menjadi salah satu sebab di balik fenomena pemburukan pasien Covid-19 yang sedang menjalani isolasi mandiri.

Pemburukan terjadi dalam waktu singkat yang berujung kematian.
"Ternyata cukup lumayan (banyak) orang yang OTG atau gejala ringan itu kalau dirontgen ditemukan ada Pneumonia.

Harusnya OTG dan gejala ringan yang rontgennya ada Pneumonia itu dirawat inap," jelas Zubairi kepada Kompas.com.

"Kalau RS penuh ya harusnya dirawat di Wisma Atlet. Kalau semuanya penuh, ya minta berobat di IGD Covid-19, minta obatnya, kemudian diobati di rumah, namun dimonitor dengan IGD rumah sakit tersebut," ungkapnya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved