Breaking News:

Lawan Covid19

Penjelasan Dokter Kenapa Banyak Pasien Covid19 Status Isolasi Mandiri Covid-19 Meninggal Dunia

Bagaimana Cara Isolasi Mandiri di Rumah saat ada gejala Covid-19, kapan waktu tepat ke RS? Berikut penjelasan Ikatan Dokter Indonesia (IDI)

Editor: Mansur AM
TRIBUN-SULBAR.COM
Ilustasi Tim Kesehatan cek lokasi isolasi mandiri pasien Covid 19 - Bagaimana Cara Isolasi Mandiri di Rumah saat ada gejala Covid-19, kapan waktu tepat ke RS? Berikut penjelasan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) 

4. DI Yogyakarta (134 kasus),

5. Jawa Timur (72 kasus) dan

6. Banten (58 kasus)

"Kemudian ada provinsi lain baru satu kasus, dua kasus kematian, tapi ini perlu di-support lebih lanjut," ujarnya.

Berdasarkan hal tersebut, LaporCovid-19 merekomendasikan agar pemerintah memperbanyak tempat isolasi terpusat dengan memanfaatkan gedung-gedung pemerintahan atau sekolah dilengkapi dengan tenaga kesehatan.

Kemudian, mengoptimalkan konsultasi melalui telemedicine, pemantauan pasien isolasi mandiri dengan memberikan dukungan sosial, ekonomi dan medis.

"Pentingnya, edukasi bagi pasien yang menjalani isolasi mandiri, dan meningkatkan keterlibatan pemerintah hingga level terkecil untuk mendukung pasien isoman," ujar dia.

Penjelasan Dokter Daeng M Faqih Ketua IDI

Pasien Covid-19 yang meninggal dunia saat menjalani isolasi mandiri atau isoman terus bertambah setiap harinya.

Pasien tersebut meninggal meskipun tidak memiliki komorbid (penyakit penyerta).

Hal ini memunculkan pertanyaan publik terkait efektivitas perawatan sendiri di rumah, khususnya pada Orang Tanpa Gejala (OTG) dan pasien gejala ringan.

Banyak yang khawatir, penanganan yang dilakukan tidak tepat sehingga berakibat menghilangkan nyawa pasien.

Dokter Daeng M Faqih, SH, MH, Ketua Umum PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengatakan, pasien meninggal saat isoman umumnya disebabkan gejala pemburukan yang tidak mendapatkan pertolongan.

Kondisi tersebut menyebabkan kenaikan gradasi keparahan infeksi sehingga seharusnya mendapatkan perawatan lebih. Ia menguraikan, gradasi pasien Covid-19 terdiri dari lima tahapan yakni OTG, ringan, sedang, berat dan kritis.

Ketika mengalami pemburukan, pasien isoman otomatis naik menjadi level sedang dan harus dibawa ke rumah sakit.

"Mungkin memang agak berat faktanya, tapi kasus isoman meninggal itu karena seharusnya dibawa ke rumah sakit, bukan lagi isoman," jelasnya dalam diskusi media bertajuk Dukungan Good Doctor untuk Program Vaksinasi Nasional dan Penanganan COVID-19 di Indonesia secara virtual pada Kamis (22/07/2021).

Daeng mengatakan, seringkali keluarga tidak memahami gentingnya kondisi pasien isoman sehingga terlambat memberikan penanganan.

Hal yang cukup krusial untuk diperhatikan, tambahnya, adalah kadar saturasi oksigen pasien.

Oleh karena itu, ia mengatakan penting sekali bagi pasien isoman untuk selalu terhubung dengan dokter atau ahli kesehatan setempat, termasuk melalui layanan telemedisin.

Tujuannya agar tetap mendapatkan pendampingan dan menghindarkan diri dari gejala yang lebih berat. Pastikan untuk terus memantau kondisi pasien dan melaporkannya untuk mendapatkan arahan yang tepat dalam menanganinya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved