Iduladha 1442 H
Contoh Teks Khutbah Pertama dan Kedua Sholat Idul Adha 2021, Lengkap Jadwal dan Tata Cara Salat
Judul khutbah Idul Adha ini adalah 'Di Tengah Pandemi Covid-19' oleh Dr. KH. Ahmad Darodji, M.Si.
TRIBUN-TIMUR.COM - Masyarakat diimbau untuk melaksanakan sholat Idul Adha 1442 H di rumah karena pandemi Covid-19.
Beberapa wilayah di Indonesia pemberlakuan PPKM Darurat, termasuk Makassar.
Maka dari itu, Tribunnews.com menyajikan contoh teks khutbah Idul Adha 2021, yang dikutip dari jatengprov.go.id.
Judul khutbah Idul Adha ini adalah 'Di Tengah Pandemi Covid-19' oleh Dr. KH. Ahmad Darodji, M.Si.
Beliau merupakan Ketua Umum MUI Provinsi Jawa Tengah.
Berikut contoh teks khutbah sholat Idul Adha 2021:
KHUTBAH PERTAMA
Allahu Akbar x 3 Walillahil Hamd
Jamaah shalat Idul Adha yang dirahmati Allah
Pada hari ini, umat Islam merayakan Hari Raya Idul Adha. Semuanya mengumandangkan takbir, tahlil dah tahmid.
Ada yang melaksanakan shalat Id di masjid, ada yang di mushala, di tempat terbuka serta ada yang melaksanakannya di dalam rumah sesuai dengan kondisi atau zona atau level daerah masing-masing.
Tidak ada luapan kegembiraan karena semuanya sedang berupaya dengan segenap kemampuan untuk menghadapi perkembangan penularan Covid-19 yang akhir-akhir ini sangat memprihatinkan, terutama dengan berkembangnya varian baru, khususnya varian delta.
Mengatasi kondisi dewasa ini tentu bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Ini adalah tanggung jawab kita semuanya.
Hifdlun Nafsi ( حفظ املفس ) atau menjaga kehidupan manusia ini adalah tanggung jawab kita semua. Firman Allah SWT. dalam Al-Qur‟an Surat Al-Maidah ayat 32 :
وَ أَحْ اىَا كَََنا ا أَحْ ا املااسَ يؾًا
“Barang siapa memelihara kehidupan seorang manusia, maka seakan-akan dia telah memelihara kehidupan semua manusia” (QS. Al-Maidah : 32).
Jamaah shalat Idul Adha yang dirahmati Allah
Mari di samping kita menjaga diri, kita juga selamatkan orang lain. Karena itu mari kita viralkan ajakan kita untuk “jogo tonggo”, artinya kita turut menyelamatkan saudara kita sebagai ajakan utama kita saat ini.
Apalagi sesuai perkembangan terbaru klaster keluarga adalah klaster yang sangat menonjol. Sudah banyak saudara kita yang wafat karena Covid-19 ini.
Rumah sakit sudah kesulitan daya tampung sehingga tempat parkir dan tempat lain terpaksa dijadikan tempat isolasi.
Tenaga medis, dokter, perawat, bahkan tenaga pemakaman sudah kewalahan. Masih ada lagi penolakan warga terhadap pemakaman jenazah kurban Covid-19.
Mari kita tidak abai. Mari kita beramar ma'ruf dan bernahi munkar dengan mengajak umat untuk bisa menerima musibah ini dengan kewajaran dan kesabaran serta melaksanakan dengan ketat protokol kesehatan atau yang dikenal dengan 5 M.
Memakai masker, mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas.
Kita ikuti petunjuk pemerintah dan para ahli untuk memelihara dan meningkatan daya tahan atau imunitas kita.
Mari kita menjadi contoh yang baik sehingga umat akan meneladani kita dan penyebaran Covid-19 bisa dikendalikan dan diatasi.
Ajakan dan contoh dari kita sangat dibutuhkan. Dalam hadis riwayat Al-Hakim dan At-Thabari dari Hudzaifah, Rasulullah SAW. bersabda :
“Barang siapa tidak peduli atau tidak menganggap penting urusan kaum muslimin maka dia bukan bagian dari mereka”.
Allahu Akbar x 3 Walillahil Hamd
Jamaah Shalat Idul Adha rahimakumullah
Tentu kita rindu kehidupan normal seperti sebelum berkembangnya Covid-19. Dan kita tahu bahwa Covid-19 adalah makhluk Allah SWT.
Karena itu mari kita memohon kepada sang Kholik, Allah SWT. agar segera memanggil kembali Covid-19 ini dengan berbagai upaya yang bisa kita lakukan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Mari kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Insya Allah, Allah SWT. akan membuka jalan untuk keluar dari kesulitan ini.
Dalam Al-Qur'an Surat Thalaq ayat 2 dan 3 Allah SWT. Berfirman :
"Barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya dan Dia akan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya" (QS. Thalaq : 2-3).
Maka marilah kita lakukan pendekatan diri sebaik-baiknya kepada Allah dengan cara :
1. Memperbaiki ibadah kita karena barangkali selama ini ada kekurangannya.
2. Kita perbanyak beristighfar, mohon ampun kepada Allah SWT. karena insya Allah dosa kita memang banyak. Mari berjanji di hati kita untuk tidak mengulagi kesalahan di kemudian hari.
3. Kita perbanyak doa, istighotsah dan qunut nazilah, khususnya doa daf'ul bala‟.
4. Kita perbaiki hubungan kita, baik hubungan sekeluarga maupun interaksi dengan masyarakat luas.
5. Kita perbanyak shodaqoh. Shodaqoh adalah salah satu wujud dari kepedulian kita terhadap saudara kita yang membutuhkan khususnya mereka yang terdampak Covid-19.
Termasuk melaksanakan niat kita untuk menyembelih hewan kurban dengan mengikuti cara penyembelihan hewan kurban di saat pandemi dengan tetap jaga jarak dan menghindari kerumunan. Yakinkan hati kita dan saudara - saudara kita bahwa shodaqoh adalah penolak bala.
6. Dan berbagai pendekata kepada Allah SWT. agar Allah SWT. segera mengangkat Covid-19 ini.
Semoga Allah SWT. mengabulkan semua permohonan kita. Amin Ya Robbal Alamin.
بَرك الله لَ ومكم فى املرا ن امؾغيْ ونفؾني واياكم بما و الايات والَّهر الحكيْ وثلبل الله نى و نكم ثلاوثو
انو ىو امس يػ امؾليْ وكل رب اغفر وارحم وانت خير
امراحم
KHUTBAH KEDUA
Jamaah Shalat Idul Adha rahimakumullah
Kita akhiri rangkaian ibadah Shalat Idul Adha hari ini dengan bermunajat kepada Allah SWT. agar Allah SWT. selalu menjaga kesabaran kita, kesehatan, keimanan, dan ketakwaan kita.
Serta memberikan keberkahan sehingga hari esok lebih baik daripada hari ini. Amin Ya Robbal Alamin.
Tata Cara Sholat Idul Adha
Dikutip dari Buku Pintar Panduan Lengkap Ibadah Muslim oleh Ustaz M. Syukron Maksum, berikut tata cara sholat Idul Adha:
Niat salat Idul Adha:
أُصَلِّيْ سُنَّةً لعِيْدِ اْلأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ (مَأْمُوْمًاإِمَامًا) لِلهِ تَعَــــــــالَى
"Ushallii sunnatan liidil adha rok'ataini (makmuman / imaaman) lillahi ta'alaa."
Artinya: "Aku berniat salat Iduladha dua rakaat [sebagai makmum / imam] karena Allah ta'ala."
1. Membaca takbiratul ihram dan membaca doa iftitah.
2. Untuk rakaat pertama, dilakukan 7 (tujuh) kali takbir dan di antara tiap takbir itu disunahkan membaca:
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ
Subhaanallaahi walhamdu lillaahi wa laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar.
Artinya: "Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah dan Allah Maha Besar."
4. Membaca surah al-Fatihah, diteruskan membaca surah dari Alquran yakni Surat Qaf dan surat Al-A'la.
5. Ruku’, sujud, duduk di antara dua sujud, dan seterusnya hingga berdiri lagi seperti sholat biasa.
6. Pada rakaat kedua sebelum membaca al-Fatihah, takbir sebanyak 5 (lima) kali sambil mengangkat tangan.
7. Membaca Surah al-Fatihah, diteruskan membaca surt Al Ghasyiyah.
8. Ruku’, sujud, dan seterusnya hingga salam.
9. Setelah salam, maka disunahkan mendengarkan khutbah Idul Adha.
Jadwal Sholat
Hukum melaksanakan sholat Idul Adha adalah sunnah mu’akkadah.
Sholat Idul Adha adalah shalat sunnah dua rakaat. Adapun Jadwal Sholat atau waktu pelaksanaan Sholat Idul Adha, dimulai sejak matahari terbit sampai masuk waktu zuhur.
Merujuk pada kebiasaan orang Indonesia, shalat Idul Adha digelar mulai jam 07.00 waktu setempat.
Salat Idul Adha disyariatkan dilakukan secara berjamaah.
Tempat yang lebih afdhol untuk melaksanakan salat Idul Adha adalah di tanah lapang, kecuali jika ada udzur seperti hujan.
Namun karena pandemi Covid-19 di Indonesia tak kunjung usai, Kemenag mengimbau sholat Idul Adha digelar di rumah, baik sendirian maupun berjamaah dengan anggota keluarga yang lain.
Bilapun digelar di masjid atau lapangan secara berjamaah, wajib mematuhi protokol kesehatan secara ketat sesuai aturan PPKM Darurat.
Dikutip dari kemenag.go.id, pelaksanaan shalat Idul Adha digelar dengan lebih dahulu dua rakaat kemudian khutbah.
Ini berbeda dengan sholat Jumat yang didahului dengan khutbah kemudian sholat dua rakaat.
Berikut panduan/kaifiat sholat Idul Adha dikutip dari kemenag.go.id:
1. Sebelum sholat, disunnahkan untuk memperbanyak bacaan takbir, tahmid, dan tasbih.
2. Shalat dimulai dengan menyeru "ash-shalâta jâmi‘ah", tanpa azan dan iqamah.
3. Memulai dengan niat sholat Idul Adha
Niat Sholat Idul Adha Sendiri
اُصَلِّى سُنُّةً عِيْدِ الْاَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ للهِ تَعَالَى
Usholli sunnatan ‘iidil adhaa rok’ataini mustaqbilal qiblati lillaahi ta’aalaa
Artinya:
"Aku berniat Sholat sunah Idul Adha dua rakaat menghadap kiblat karena Allah ta’ala."
Niat Sholat Idul Adha Berjamaah
اُصَلِّى سُنُّةً عِيْدِ الْاَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ (مَأْمُوْمًا\إِمَامًا) للهِ تَعَالَى
Usholli sunnatan ‘iidil adhaa rok’ataini mustaqbilal qiblati (makmuman/imaaman) lillaahi ta’aalaa
Artinya:
"Aku berniat Sholat sunah Idul Adha dua rakaat menghadap kiblat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta’ala."
4. Membaca takbiratul ihram (الله أكبر) sambil mengangkat kedua tangan.
Lalu membaca doa iftitah
اللهُ اَكْبَرُ كَبِرًا وَالْحَمْدُ لِلهِ كَشِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا . اِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَالْااَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ . اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ . لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَ لِكَ اُمِرْتُ وَاَنَ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ .
“Allaahu akbaru Kabiraa Walhamdulillaahi Katsiiraa, Wa Subhaanallaahi Bukratan Wa’ashiilaa, Innii Wajjahtu Wajhiya Lilladzii Fatharas Samaawaati Wal Ardha Haniifan Musliman Wamaa Anaa Minal Musyrikiin.
Inna Shalaatii Wa Nusukii Wa Mahyaaya Wa Mamaatii Lillaahi Rabbil ‘Aalamiina. Laa Syariikalahu Wa Bidzaalika Umirtu Wa Ana Minal Muslimiin.”
Artinya: Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak. Maha Suci Allah pada waktu pagi dan petang.
Sesungguhnya aku hadapkan wajahku kepada Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dengan segenap kepatuhan atau dalam keadaan tunduk, dan aku bukanlah dari golongan orang-orang yang menyekutukan-Nya.
5. Membaca takbir sebanyak tujuh kali (di luar takbiratul ihram) dan di antara tiap takbir itu dianjurkan membaca:
سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَاَللَّهُ أَكْبَرُ
SubhanalLah wal-hamdu lil-Lah wa la ilaha ilal-Lahu wal-lahu Akbar
Artinya: Maha suci Allah, segala pujian bagi-Nya. Tiada tuhan kecuali Allah, Allah Maha Besar.
6. Membaca surah al-Fatihah, diteruskan membaca surah yang pendek dari Alquran.
7. Ruku’, sujud, duduk di antara dua sujud, dan seterusnya hingga berdiri lagi seperti sholat biasa.
8. Pada rakaat kedua sebelum membaca al-Fatihah, disunnahkan takbir sebanyak lima kali sambil mengangkat tangan.
Di luar takbir saat berdiri (takbir qiyam) dan di antara tiap takbir disunnahkan membaca:
سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَاَللَّهُ أَكْبَرُ
SubhanalLah wal-hamdu lil-Lah wa la ilaha ilal-Lahu wal-lahu Akbar
Artinya: Maha suci Allah, segala pujian bagi-Nya. Tiada Tuhan kecuali Allah, Allah Maha Besar.
9. Membaca Surah al-Fatihah, diteruskan membaca surah yang pendek dari Alquran.
10. Ruku, sujud, dan seterusnya hingga salam.
11. Setelah salam, disunnahkan mendengarkan khutbah Idul Adha.
Berikut panduan/kaifiat khutbah Idul Adha:
1. Salam (Tanpa duduk langsung khutbah)
2. Membaca takbir sebanyak sembilan kali
3. Memuji Allah dengan sekurang-kurangnya membaca الحمد لله
4. Membaca shalawat Nabi SAW, antara lain dengan membaca اللهم صل على سيدنا محمد
5. Berwasiat tentang takwa
6. Membaca ayat Al-Quran
7. Berdoa untuk orang Mukmin dan Mukminah
(*)
(Tribun Timur / TribunPontianak.co.id /Tribunnews.com/Whiesa)