Tribun Makassar
Harga Daging Ayam di Pasar Pabaeng-Baeng dan Pasar Terong Naik Sehari Jelang Iduladha
Meski diperkirakan tingkat kebutuhan warga meningkat, jumlah pembeli yang datang cenderung normal.
Penulis: Muslimin Emba | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sehari jelang Iduladha, harga daging ayam di Pasar Pabaeng-Baeng, Jl Sultan Alauddin, Makassar mengalami kenaikan, Senin (19/7/2021) sore.
Seperti diungkapkan Rido (45) satu dari sejumlah penjual daging ayam di pasar tradisional itu.
"Dari tiga hari yang lalu itu kenaikannya Rp 5 ribu. Harganya sekarang Rp 32 ribu per kilo," katanya.
Menurutnya, kenaikan harga itu memang kerap terjadi di momen hari raya.
Hanya saja, kata dia, meski diperkirakan tingkat kebutuhan warga meningkat, jumlah pembeli yang datang cenderung normal.
"Kalau pembeli datang tidak jauh bedaji dengan hari-hari biasa sebenarnya karena kanasih Corona. Beda dua tahun lalu," ujarnya.
Kenaikan harga juga terjadi untuk kebutuhan bumbu dapur di pasar yang tidak jauh dari markas Brimob itu
"Cabe muda dipetik naik dari Rp 50 ribu ke Rp 55 ribu per kilo. Kalau bawang merah Bima sekarang Rp 35 ribu per kilo, bawang Bantaeng Rp 25 ribu per kilo," kata penjual bumbu dapur, Putri (24).
Sementara itu, di Pasar Terong juga mengalami kenaikan harga khususnya daging ayam.
Ilham (35) satu dari sejumlah penjual daging ayam yang dihampiri mengatakan, tidak ada lonjakan harga yang signifikan.
"Sekarang Rp 55 ribu per ekor. Naik Rp 5 ribu per ekor, sebelum-sebelumnya Rp 40 ribu- Rp 50 ribu per ekor," kata Ilham yang berjualan ayam ras.
Hal senada diungkapkan, penjual ayam potong Safaruddin (24).
Menurutnya, momen lebaran Iduladha tidak begitu mempengaruhi harga jual daging ayam di pasaran.
"Kalau kenaikan biasa-biasa saja naik Rp 3 ribu- Rp 5 ribu per kilogramnya. Jadi sekarang ini sekitar Rp 28 ribu per kilo," katanya.
Berbeda dengan harga daging ayam, kebutuhan dapur seperti sayuran, cabe dan bawang justru mengalami penurunan harga.