Breaking News:

Tribun Sidrap

Masuk Zona Orange, Pemkab Sidrap Larang Warga Salat Idul Adha di Lapangan dan Masjid

Pemerintah Kabupaten Sidrap meniadakan pelaksanaan salat Idul Adha 1442 H/2021 M berjemaah di lapangan terbuka, masjid dan musala

Penulis: Nining Angraeni | Editor: Suryana Anas
Humas Pemkab Sidrap
Sekretaris Kabupaten Sidrap, Sudirman Bungi 

TRIBUNSIDRAP.COM, SIDRAP- Pemerintah Kabupaten Sidrap meniadakan pelaksanaan salat Idul Adha 1442 H/2021 M berjemaah di lapangan terbuka, masjid dan musala di seluruh wilayah Kabupaten Sidenreng Rappang.

Hal itu tertuang dalam Surat Edaran Bupati Sidrap Nomor: 400/46/VII/Kesra tanggal 16 Juli 2021.

Surat edaran tersebut merupakan perubahan Surat Edaran sebelumnya, yakni Nomor 400/45/VII/Kesra, yang membolehkan salat dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan ketat.

Sebelumnya surat edaran tersebut membolehkan masyarakat Kabupaten Sidrap untuk melakukan salat Idul Adha di masjid.

Namun, selang tiga hari surat edaran Bupati Sidrap kembali diperbarui.

Kebijakan diambil mempertimbangkan kriteria zonasi pengendalian wilayah.

Diketahui situasi pandemi Covid-19 Kabupaten Sidenreng Rappang berada di zona orange berdasarkan peta zonasi risiko kabupaten/kota Provinsi Sulawesi Selatan.

Sekretaris Kabupaten Sidrap, Sudirman Bungi dalam keterangannya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Sidrap atas keputusan tersebut.

Ia menyatakan kebijakan itu harus diambil karena kasus covid-19 di Kabupaten Sidrap dan beberapa daerah lain di Sulsel meningkat signifikan.

"Kemarin kita masih berharap bisa melaksanakan ibadah Idul Adha di masjid. Namun, peningkatan kasus terus terjadi bahkan hari ini ada dua orang yang meninggal, sehingga Sidrap dari zona kuning beralih ke zona orange," kata Sudirman dalam keterangan resmi yang diterima Tribunsidrap.com, Sabtu, (17/07/2021) pagi.

Dikatakannya, Surat Edaran Menteri Agama Nomor 15 Tahun 2021 menegaskan, Shalat Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijjah 1442 H/2021 M di lapangan terbuka atau di masjid/mushalla pada daerah zona merah dan orange ditiadakan.

"Atas dasar itulah, kebijakan diambil. Kabupaten Sidrap mengikuti aturan yang ada, ini dilakukan semata-mata untuk keselamatan dan kebaikan seluruh  masyarakat Sidrap," terangnya.

Olehnya itu, lanjut Sudirman, pemerintah daerah berharap segenap masyarakat Kabupaten Sidrap dapat memahami dan menerima kondisi tersebut dengan bersabar.

"Silakan laksanakan shalat Idul Adha di rumah, patuhi protokol kesehatan dan berdoa agar pandemi covid-19 segera berlalu," tutupnya.

Laporan wartawan Tribunsidrap.com, Nining Angreani.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved