Damkar Makassar Pastikan Sistem Keamanan Kebakaran di Kapal 'Isolasi Apung' Memenuhi Standar
Pengecekan yang dilakukan untuk memastikan ketersediaan, pompa hidrant, sistem alarm dan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
Penulis: Andi Muhammad Ikhsan WR | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Tim Inspektur Pemadam Kebakaran (Damkar) Makassar melakukan pemeriksaan alat proteksi kebakaran di Kapal Pelni KM Umsini yang bakal dijadikan tempat isolasi mandiri Covid-19.
Pengecekan yang dilakukan untuk memastikan ketersediaan, pompa hidrant, sistem alarm dan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Damkar Makassar, Hasanuddin.
Kata Hasanuddin, ketersediaan alat proteksi kebakaran di Kapal Pelni KM Umsini, sudah terpenuhi dengan baik.
"Terpenuhi baik itu pompa hidrant, sistem alarm, dan apar, layaknya di hotel-hotel dan bangunan tinggi," ujar Hasanuddin, Rabu (14/7/2021).
"Untuk pompa hidrannya, terkoneksi pada sistem springkler, yang tersebar pada ruang-ruang di dalam kapal," lanjutnya.
Untuk pengetesannya, Hasanuddin mengatakan, rencananya baru akan dilakukan besok sore.
"Rencana besok pengetesan hidrant luar dan dalam kapal. Sepertinya sore," terangnya
Hasanuddin mengatakan, pihaknya sudah mengkordinasikan hal ini kepada pihak Perwira mesin.
"Dari pihak PT. Pelni tadi katanya siap, dan dari pihak Perwira Mesin justru bersyukur mau di cek, bahkan mereka minta sertifikat kelayakan proteksi kebakarannya," katanya
"Dan tadi konfirmasi dari pihak perwira mesin, kapal ini sudah memiliki 30-an sertifikat kelayakan proteksi kebakaran," tutupnya.
Sebelumnya diberitakan, Kapal Pelni KM Umsini, yang dicanangkan menjadi tempat isolasi mandiri Covid-19 oleh Walikota Makassar, Danny Pomanto telah tiba di Pelabuhan Makassar, Jl Nusantara, Kecamatan Wajo, Rabu (14/7/2021) siang.
Kapal ini diperkirakan bisa menampung 2.000 orang.
Namun karena adanya pembatasan maka kapasitas yang digunakan hanya sekitar 70 persen saja, atau hanya sekitar 1.400 orang.
Direktur Usaha Angkutan Penumpang PT Pelni, O.M Sodikin mengatakan, sesuai standar WHO, kapal yang berlayar lebih dari satu hari, harus dilengkapi dengan tempat tidur, MCK, dan tempat makan.