Breaking News:

Tribun Luwu Timur

Lawan Penularan Covid-19, Kajari Luwu Timur Sarankan Pemkab Aktifkan Peran Tokoh Agama

Penegakan protokol kesehatan (prokes) Covid-19 perlu dilakuksanakan secara intensif oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Timur.

Penulis: Ivan Ismar | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/IVAN ISMAR
Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Luwu Timur, Muh Zubair 

TRIBUNLUTIM.COM, MALILI - Angka konfirmasi Covid-19 di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel) beberapa hari terakhir meningkat.

Penegakan protokol kesehatan (prokes) Covid-19 perlu dilakuksanakan secara intensif oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Timur.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Luwu Timur, Muh Zubair menyarankan pemkab agar melibatkan tokoh agama di desa.

Menurut Zubair, tokoh agama bisa memberikan pencerahan kepada masyarakat terkait pertingnya melawan penularan Covid-19.

"Karena cara atau model penyampaian tokoh agama itu beda dengan orang pemerintahan," kata Muh Zubair kepada TribunLutim.com, Selasa (13/7/2021) pagi.

Ia menambahkan, penyampaian tokoh agama di kalangan masyarakat desa juga bisa lebih cepat diterima masyarakat.

"Sebaiknya tokoh agama ini aktif dilibatkan melawan pandemi Covid-19," katanya.

Sejauh ini, jumlah warga Luwu Timur yang meninggal status terkonfirmasi Covid-19 per sudah 74 orang.

Pemkab Luwu Timur juga tengah menggenjot proses vaksinasi kepada masyarakat di 11 kecamatan.

Polres Luwu Timur juga sudah melaksanakan vaksin massal yang menyasar 1.000 lebih masyarakat umum, Sabtu (26/6/2021).

Kemudian PT Vale Indonesia yang menggelar vaksin gotong royong yang diperuntukkan bagi karyawan dan keluarganya yang berusia di atas 18 tahun.

Termasuk pekerja kontraktor yang sudah didaftarkan dalam program vaksin gotong royong.

Pada tahap pertama ini, PT Vale mendapatkan alokasi vaksin untuk 8.000 orang atau 16.000 vials.

Masyarakat juga diimbau terus melawan penularan Covid-19 dengan menerapkan 5M dimanapun berada.

5M yaitu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilisasi.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved