Kisah Pahlawan

Kisah Arief Rate, Pejuang Sulsel yang Dieksekusi Mati oleh Kawan Sendiri

Sebagian warga Makassar mungkin hanya mengenal Arief Rate sebagai nama jalan. Sosok Arief Rate ternyata adalah pejuang asal Sulsel yang terkenal gigih

Editor: Muh. Irham
int
Para pejuang Sulawesi Selatan dengan persenjataan seadanya saat melawan Belanda 

Terjadi kontak tembak di beberapa tempat, memecah keheningan akhir pekan.

Monginsidi tertangkap di Maricayya, hanya 12 jam setelah dibebaskan oleh para pejuang.

Perlawanan juga berhasil dipadamkan.

Beberapa pejuang, termasuk Arief, juga dipenjara.

Ia berhasil melarikan diri setelah menjadi orang kurungan selama beberapa pekan.

Namun, Monginsidi tetap mendekam dan dijatuhi vonis hukuman mati.

Arief kemudian bergabung dengan kesatuan gerilya pro-Republik pimpinan Letnan Kolonel Kahar Mudzakkar.

Kesatuan gerilya tersebut kemudian berubah nama menjadi Mobile Brigade Ratulangi (MBR) berkekuatan lima batalion.

Arief didapuk sebagai Komandan Batalion III yang bergerak di sekitar wilayah Bantaeng di selatan.

Keadaan berubah pada 27 Desember 1949. Kerajaan Belanda secara resmi mengakui kedaulatan Republik Indonesia, negara yang sudah mereka coba duduki selama empat tahun terakhir, melalui Konferensi Meja Bundar di Den Haag.

Keadaan memang mereda, namun riak konfrontasi di unsur militer malah menguat.

Mayjen Soeharto meminta para gerilyawan pro-Republik untuk masuk ke dalam APRIS, militer resmi yang diakui negara.

Akan tetapi, unit pimpinan Arief menolak.

Mereka ingin tetap menjadi unit militer independen yang bergerak di luar rantai komando.

Halaman
123
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved