Breaking News:

Kepala LLDIKTI Wilayah IX Prof Jasruddin: Ada Dosen Hanya Mengajar, Tapi Tak Mengabdi ke Masyarakat

Hal itu disampaikan dalam acara coffe morning yang digelar Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar.

Penulis: Siti Aminah | Editor: Saldy Irawan
dok humas polimarim
Kepala LLDikti Wilayah IX Sulawesi Prof Dr Jasruddin MSi saat menguji taruni Politeknik Maritim AMI Makassar (Polimarim) di aula kampus Polimarim, Jl Nuri Baru No 1, Makassar, Senin (12/10/2020). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX Prof Jasruddin mengungkap, ada empat tipe dosen di perguruan tinggi.

Hal itu disampaikan dalam acara coffe morning yang digelar Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar.

Jasrudddin mengklasifikasi empat tipe dosen dalam melaksanakan tri dharma perguruan tinggi.

Pertama, dosen yang hanya mengajar, dan tidak melaksanakan tri dharma perguruan tinggi lainnya.

Seperti penelitian, dan pengabdian pada masyarakat. 

“Bagaimana mau urus jabatan fungsional, jika kerjanya hanya mengajar, lalu fokus ke tugas lain di luar kampus,” ucap Jasruddin lewat rilis yang diterima tribun-timur.com, Selasa (13/7/2021).

Tipe kedua, dosen yang melaksanakan tri dharma perguruan tinggi, tapi tidak mendokumentasikan kegiatannya.

Mantan Direktur Pasca Sarjana UNM ini menceritakan, ia pernah bertemu dengan dosen dari Malaysia.

Dosen tersebut menulis CV (curiculum vitae) 350 halaman. 

Semua yang dilakukan ditulis dan terdokumentasi secara baik. 

"Sementara kalau kita diundang orasi ilmiah, CV-nya paling banyak 3 halaman. Kita sering abai mendokumentasikan apa yang kita lakukan. Saat ditanya mana dokumennya, kita lupa simpan dimana,” jelas Jasruddin.

Tipe dosen ketiga, melaksanakan tri dharma dan mendokumentasikan. 

"Tipe ini yang biasanya cepat jadi Guru Besar. Ada yang sinis, bilang itu ji naurus. Padahal, memang begitulah seharusnya dosen,” tambah Jasruddin.

Terakhir, ialah dosen yang mengumpulkan sebanyak-banyaknya angka kredit, tanpa peduli halal maupun tidak. 

“Jangan juga jadi dosen model seperti itu,” pesan Jasruddin. (*).

Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved