Breaking News:

Habib Rizieq Shihab

Refly Harun Kembali Bahas Vonis HRS Setara Koruptor Jaksa Pinangki Pasca Hakim Suryaman Meninggal

Pakar Hukum Refly Harun menanggapi vonis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Suryaman yang sama dengan kasus korupsi Jaksa Pinangki.

Editor: Muh Hasim Arfah
Youtube Refly Harun
Pakar Tata Negara sekaligus saksi ahli sidang pendiri Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab, Refly Harun mengulas hukuman Habib Rizieq pasca hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Suryaman meninggal dunia di Jawa Barat, Sabtu (10/7/2021). 

TRIBUN-TIMUR.COM- Pakar Tata Negara sekaligus saksi ahli sidang pendiri Front Pembela Islam ( FPI ) Habib Rizieq Shihab, Refly Harun menanggapi meninggalnya hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Suryaman, Sabtu (10/7/2021).

Melalui akun Youtubenya, Refly Harun mengakui mendapatkan kabar hakim anggota yang memvonis Habib Rizieq Shihab selama empat tahun penjara karena kasus pemalsuan hasil swab, dari pengacara Habib Rizieq Shihab.

“Saya dapat kabar ini dari Aziz Yanuar, dia menambahkan sampai jumpa di pengadilan akhirat,” kata Refly Harun dalam Youtube, dikutip Tribun Timur, Senin (12/7/2021).

Refly melanjutkan, kasus Habib Rizieq Shihab sama dengan kasus suap jaksa Pinangki yang sama-sama dihukum penjara 4 tahun. 

Refly mengatakan, Jaksa Pinangki terbukti melakukan 3 kejahatan yakni permufakatan jahat, suap dan pencucian uang atau money laundry. 

Diketahui, hakim menganggap Habib Rizieq secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 14 ayat (1) UU RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Baca juga: Refly Harun Bandingkan Rizieq Shihab dan Ahok, Tak Masuk Akal Dikatakan Bohong Jika Sembunyi Covid

"Menurut saya hukuman dan proses pemberi hukuman terhadap Habib Rizieq Shihab ini sudah tidak rasional," ujar Refly. 

Menurut Refly, sejak awal publik telah menduga bahwa Habib Rizieq tidak mungkin lolos dari hukuman setidak-tidaknya hingga setelah 2024. "Hukuman HRS justru makin membuktikan bahwa dia mau dikandangkan sampai setidaknya 2024 agar tidak bisa berpartisipasi dalam Pemilu," jelasnya.

Refly Harun juga menegaskan bahwa hukuman terhadap Habib Rizieq sangat tidak masuk akal. Dirinya juga merasa tidak terima atas putusan tersebut lantaran jangka waktu hukuman yang diterima Habib Rizieq sama seperti kasus korupsi yang menjerat Jaksa Pinangki dalam kasus suap.

"Satu aparat hukum yang menerima suap, satunya warga negara (tanpa jabatan negara) yang hanya ngomong soal kesehatan dirinya. Lalu (Habib Rizieq) dianggap menyebarkan berita bohong yang menerbitkan keonaran," tutur Refly Harun.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved