Virus Corona

12 Penyakit Komorbid yang Dilarang Vaksinasi, Jika Dipaksakan, Fatal Akibatnya

Ahli mikrobiologi dari Sumatera Selatan, Prof Yuwono mengatakan, masyarakat harus tetap teliti terkait kondisi kesehatan mereka meski telah divaksin

Editor: Muh. Irham
handover
vaksinasi di Wisma Kalla Senin (5/7/2021) 

Masih kata Prof Yuwono, bisanya kalau bukan varian delta, begitu nempel dihancurkan oleh enzim protease. Tapi kalau varian delta, dia nggak hancur. Oleh karena itu disebut tahan terhadap antibodi.

"Lalu tahan terhadap imunitas alami yang dimiliki manusia. Karena itu relatif bisa dijumpai pada anak-anak. Kalau selama ini anak-anak lebih tahan terhadap Covid-19, tapi untuk varian delta ini anak-anak juga lebih mudah terinfeksi," ungkapnya.

Namun menurut Prof Yuwono jangan dibuat menakutkan, maksudnya anak-anak jadi lebih mudah terinfeksi terdapat vairan delta, dikarenakan kalau sebelumnya anak-anak sulit terinfeksi. Kalau yang varian delta ini anak-anak lebih mudah terinfeksi.

"Virus Covid-19 ini juga belajar seperti manusia. Kalau sebelumnya sulit kena ke anak-anak, sekarang mudah."

"Tapi kalau bukti lebih ganas tetap tidak ada. Jadi baik varian India, delta dan lain-lain belum ada bukti lebih ganas. Namun memang lebih cepat menular," jelasnya.

Menurut Prof Yuwono, dalam satu bulan bisa saja timbul satu varian dari corona ini, jadi bisa dibayangkan. Misalkan, kalau sekarang sudah ada 20 varian artinya bisa jadi 40 varian dan seterunya.

"Sampai sejauh ini varian Covid-19 hanya lebih muda menular atau menginfeksi tapi tidak bertambah soal keganasannya. Kalau kematian meningkat, itu karena komorbid," cetusnya.

• Di Brasil, Vaksin Sinovac Tak Berdaya Lawan Varian Gamma, Bisa Lolos dari Antibodi

Menurut Prof Yuwono yang juga sebagai Dirut RS Pusri mengatakan, semakin banyaknya varian tentu akan semakin banyak mendapatkan tantangan, terutama dalam hal vaksin

"Lalu kita dari anak-anak sampai lansia harus waspada. Kalau sebelumnya lebih waspada ke lansia, yang punya komorbid. Tapi sekarang mulai dari anak-anak sampai lansia harus waspada," 

Meskipun begitu menurut Prof Yuwono, harus tetap tenang, karena semua varian Covid-19 tidak terbukti menambah keganasan hanya menambah daya tular. 

"Jadi tetap terapkan protokol kesehatan (Prokes) 3M atau bahkan 5M. Itu cara mencegahnya, dan tetap memperkuat imunitas tubuh kita," pesannya.(*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved